Virus Corona

BREAKING NEWS - Mendagri: Pembatasan Sosial dalam Jumlah Besar Jadi Wewenang Pusat

Mendagri Tito Karnavian menyampaikan bahwa pembatasan wilayah dan sosial dalam jumlah besar menjadi kewenangan pemerintah pusat.

Tribunnews.com/Larasati Dyah Utami
Menteri dalam negeri (Mendagri), Tito Karnavian, Senin (9/3/2020) di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta 

TRIBUNNEWS.COM - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian mengadakan pertemuan dengan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan pada Selasa (17/3/2020) siang.

Diketahui, pertemuan tersebut berlangsung di Balai Kota Jakarta selama satu jam.

Dalam pertemuan tersebut, Tito dan Anies membahas mengenai penanganan sebaran virus coroana (COVID-19).

Keduanya pun membicarakan terkait pembatasan wilayah atau lockdown dan pembatasan sosial.

Baca: BREAKING NEWS - Tito Karnavian: Soal Pembatasan Wilayah, Kepala Daerah Harus Konsultasi dengan Pusat

Baca: Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian Negatif Corona

Tito menyampaikan, pembatasan wilayah dan pembatasan sosial dalam jumlah besar merupakan wewenang pemerintah pusat.

"Di sini kami sampaikan pada Bapak Gubernur, pembatasan atau karantina kewilayahan ini menyangkut aspek ekonomi, maka selain UU No 6 Tahun 2018 tentang kekarantinaan kesehatan untuk pembatasan wilayah dan pembatasan sosial dalam jumlah besar menjadi kewenangan pusat," tutur Tito seperti yang dilansir Tribunenws.com dari tayangan Kompas TV, Selasa siang.

Oleh karena itu, Tito menyampaikan, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menetapkan pembatasan kewilayahan yang akan diterapkan setiap kepala daerah harus dikonsultasikan pada pemerintah pusat.

Sementara itu, Tito juga menuturkan Gubernur DKI Jakarta telah melakukan sejumlah langkah aktif dalam menghambat persebaran virus corona di wilayaha Jakarta.

Di antaranya yaitu mengenai masalah transportasi umum.

Baca: Cegah Corona, Ini 2 Cara Buat Hand Sanitizer Sesuai Panduan WHO

Baca: Cara Menggunakan Aplikasi Zoom, Bisa Rapat dan Belajar Online untuk Cegah Penyebaran Corona

"Mengenai masalah transportasi ini, terutama dalam rangka menerapkan social distancing masyarakat sehingga dalam satu bus atau MRT, LRT, itu jumlahnya dikurangi sehingga ada jarak (antar penumpang)," kata Tito.

Halaman
1234
Penulis: Widyadewi Metta Adya Irani
Editor: Sri Juliati
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved