KPAI Ingatkan Penerapan Sistem Belajar di Rumah Jangan Sampai Buat Anak Jadi Tertekan

Komisi Perlindungan Anak (KPAI) menerima sejumlah pengaduan dari orang tua siswa terkait diberlakukannya sistem belajar dari rumah.

KOMPAS.com/ MOH NADLIR
Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Bidang Pendidikan, Retno Listyarti ketika ditemui di kantornya, Jakarta, Selasa (17/4/2018). 

Laporan wartawan Tribunnews.com, Mafani Fidesya Hutauruk

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Komisi Perlindungan Anak (KPAI) menerima sejumlah pengaduan dari orang tua siswa terkait diberlakukannya sistem belajar dari rumah.

Komisioner Bidang Pendidikan Retno Listyarti mengatakan para orang tua mengeluhkan anak-anak mereka stress karena mendapatkan berbagai tugas setiap hari dari gurunya.

"Kemungkinan besar, para guru memahami home learning dengan memberikan tugas-tugas secara online dan pengumpulannya pun online," ucap Retno Listyarti kepada Tribunnews.com, Kamis (19/03/2020).

Baca: Tips dari Psikolog Atasi Kebosanan Saat Social Distancing: Bikin Jadwal Kegiatan

Dirinya menuturkan keadaan tersebut yang membuat para siswa dan orang tua mengeluh.

"Seiring dengan 14 hari belajar di rumah, ternyata tugas yang harus dikerjakan anak-anak mereka di rumah malah sangat banyak. Semua guru bidang studi memberikan tugas yang butuh dikerjakan lebih dari 1 jam," ucapnya.

Ia mengatakan dengan semakin banyaknya tugas anak menjadi kelelahan.

Baca: Tanpa Lockdown, Ini Langkah yang Dilakukan Korea Selatan untuk Menekan Penyebaran Virus Corona

"Padahal, maksud belajar dari rumah adalah memberikan aktivitas belajar rutin pada para siswa agar tetap terbiasa belajar, menjaga keteraturan. Karena keteraturan itu penting bagi anak-anak," ucapnya.

Melalui sistem seperti itu diharapkan anak saat masuk sekolah kembali semangat belajar.

Baca: Buronan Polres Sergai, Pelaku Bajing Loncat Ditangkap Saat Tidur

"Sehingga semangat anak untuk belajar tidak padam dan materi pembelajaran tidak tertinggal. Jadi ritmenya bisa diatur bukan malah membuat anak tertekan," ucapnya.

Ia menilai perasaaan tertekan dan kelelahan justru dapat berdampak pada penurunan imunitas tubuh anak.

Penulis: Mafani Fidesya Hutauruk
Editor: Adi Suhendi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved