Kasus Novel Baswedan

Dua Hari Terdakwa Mengamati Tempat Tinggal Novel Baswedan Sebelum Lakukan Penyiraman Air Keras

Dia mempelajari jalur atau jalan-jalan di komplek perumahan tempat tinggal Novel yang bisa digunakan sebagai akses masuk dan pelarian setelah eksekusi

TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Terdakwa penyerang penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan, Ronny Bugis menjalani sidang dakwaan di Pengadilan Negeri Jakarta Utara, Jakarta, Kamis (19/3/2020). Ronny Bugis dan Rahmat Kadir Mahulette didakwa secara bersama-sama dan direncanakan melakukan penganiayaan berat kepada penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang dipimpin Fredrik Adhar dalam surat dakwaannya mengungkap terdakwa utama Rahmat Kadir Mahulette melakukan pengamatan tempat tinggal Novel Baswedan hingga dua hari sebelum mengeksekusi penyiraman air keras kepada Novel.

Dia mempelajari jalur atau jalan-jalan di komplek perumahan tempat tinggal Novel yang bisa digunakan sebagai akses masuk dan pelarian setelah eksekusi penyerangan.

Bermula pada sekira April 2017, Rahmat mencari alamat rumah Novel dengan maksud untuk menyerang dan membuat Novel luka berat sehingga tidak dapat lagi bertugas di KPK.

Jaksa dalam surat dakwaannya menyebut Rahmat berniat melakukan penyerangan itu hanya karena benci atau tidak suka atau membenci Novel.

Baca: 10 Tanda Tubuhmu Mengandung Racun, Ada Masalah Pencernaan hingga Bau Badan

Baca: Bima Arya Positif Corona, Pemerintahan Kota Bogor Sementara di Bawah Koordinasi Dedie A Rachim

Rahmat menganggap Novel Baswedan yang semula anggota Polri telah mengkhianati dan melawan institusi yang membesarkannya.

"Terdakwa Rahmat Kadir Mahulette membenci Novel Baswedan karena dianggap telah mengkhianati dan melawan institusi Kepolisian Negara Republik Indonesia (POLRI)," kata jaksa Fredik.

Lantas, jaksa menyebut Rahmat memperoleh alamat tempat tinggal Novel dari internet, yaitu di Jalan Deposito Blok T No 8 RT 003 RW 010 Kelurahan Pegangsaan Dua, Kecamatan Kelapa Gading, Jakarta Utara.

Pada Sabtu, 8 April 2017 sekira pukul 20.00 WIB hingga pukul 23.00 WIB, Rahmat dengan menggunakan sepeda motor Yamaha Mio GT milik temannya, Ronny Bugis, melakukan pengamatan di sekitar tempat tinggal Novel di Kelapa Gading.

"Sekira pukul 20.00 WIB sampai dengan pukul 23.00 WIB Rahmat Kadir Mahulette mengamati sekitar tempat tinggal Novel Baswedan," tutur Fredik.

Dalam pengamatan tersebut, dia mempelajari rute masuk dan keluar kompleks termasuk, rute untuk melarikan diri setelah melakukan penyerangan terhadap Novel.

Baca: PM Boris Johnson Bantah Kabar Lockdown Kota London Meskipun Kasus Covid-19 Paling Tinggi di Inggris

Baca: Mengenal Rapid Test untuk Tes Massal Corona, Bagaimana Metode dan Prosedurnya?

Halaman
123
Penulis: Igman Ibrahim
Editor: Dewi Agustina
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved