BREAKING NEWS: Ibunda Jokowi Sudjiatmi Notomihardjo Meninggal Dunia

Rabu (25/3/2020) sore, Ibunda Presiden Jokowi yakni Sudjiatmi Notomiharjo dikabarkan meninggal dunia.

BREAKING NEWS: Ibunda Jokowi Sudjiatmi Notomihardjo Meninggal Dunia
Instagram @jokowi
Calon presiden periode 2019-2024 Joko Widodo (Jokowi) terlebih dahulu melakukan sungkem kepada ibunya Sudjiatmi sebelum mendaftarkan diri ke Komisi Pemilihan Umum (KPU), seperti terlihat pada unggahan Instagram @jokowi Jumat (8/10/2019). 

Kelak, kemampuan berhitung ini menjadi kelebihan Sujiatmi dalam membantu suaminya membangun usaha.

Sang suami, Widjiatno adalah kawan sepermainan Mulyono, kakak Sujiatmi, yang tiga tahun lebih tua darinya.

Ketika bertemu dengannya, Widjiatno di bangku SMA, sedangkan ia di SMP.

Widjiatno, yang ketika dewasa mengubah nama menjadi Notomiharjo, tinggal bersama kakek-neneknya di Dusun Klelesan, masih tetangga Gumukrejo.

Orangtua Notomiharjo tinggal di Desa Kranggan, Kecamatan Gondangrejo, Kabupaten Karanganyar, sekitar 25 km dari Boyolali.

Sujiatmi dan Notomiharjo menikah di usia muda, pada 23 Agustus 1959.

Meski usianya masih muda, Sujiatmi dan Notomiharjo sudah dilibatkan dalam usaha kayu ayahnya.

Ketika itu, ayahnya sudah membuka usaha di Srambatan, Solo.

Ketika usahanya berkembang, dan ayahnya sudah mampu membangun rumah di Solo, seluruh keluarga pun boyongan ke Solo.

Masih dari sahabatkeluarga.kemdikbud.go.id, Jokowi dan adik-adiknya sangat patuh terhadap ibundanya, Sujiatmi.

Sujiatmi tak pernah sekali pun memberi hukuman fisik pada keempat anaknya.

Sosok Sujiatmi juga dikenal dekat dengan keempat anaknya.

Bahkan kepada Sujiatmi jugalah Jokowi dan adik-adiknya biasa berkeluh kesah.

Sebab, Sujiatmi selalu pas dalam memberi nasihat.

"Kalau Ibu bilang tidak, kita ndak berani membantah. Anak-anak mau ke mana, Ibu yang ngarahin,” kata Iit, adik Jokowi.

Kepatuhan Jokowi dan adik-adiknya terbentuk karena Ibu Sujiatmi selalu konsisten.

Apa yang dikatakan sesuai dengan apa yang dilakukan.

Sang ibu tak gampang menjanjikan sesuatu untuk anak-anaknya.

Tidak ada janji hadiah kenaikan kelas, juga tidak ada iming-imingi sesuatu agar anak-anak tidak merengek.

Sujiatmi dan Noto juga menunjukkan sikap pekerja keras.

Betapa sulitnya dalam berusaha, mereka tak pernah berkeluh kesah di depan anak-anak mereka.

Ketika anak-anak menghadapi masalah, Sujiatmi juga berusaha tidak menyalahkan anak-anak ketika ada kesalahan dan menghadapi persoalan.

Disiplin, juga merupakan hal utama yang diajarkan Sujiatmi kepada anak-anaknya.

Rukun dan saling membantu adalah kunci Sujiatmi menyatukan keempat anaknya dalam satu ikatan persaudaraan yang kuat.

Sujiatmi juga mengajarkan anak-anaknya banyak bersyukur agar mengenal kata cukup.

“Harta itu titipan. Jangan dianggap kalau kita punya harta itu punya kita sendiri."

"Harta itu titipan Gusti Allah. Saya itu nggak patiyo (tidak terlalu) mikir harta."

"Anak-anak saya biar nanti cari sendiri, sudah dikasih rezeki sendiri. Orang hidup itu kalau sudah cukup ya sudah. Jangan serakah-serakah, cukup saja,” katanya.

Kesabaran dan dukungan penuh yang diberikan Sujiatmi kepada keempat anaknya menjadi pegangan mereka.

Seorang Jokowi pun selalu memohon doa restu kepada sang ibunda.

Termasuk saat ia maju sebagai Wali Kota Solo, Gubernur DKI Jakarta, hingga Presiden Indonesia.

Masih dari laman yang sama, Sujiatmi mengaku tak punya khusu untuk Jokowi.

Ia hanya berpuasa Senin-Kamis, salat tahajud, dhuha, salat rawatib, dan sunah-sunah lain semampu dia.

Selengkapnya kisah tentang Sujiatmi dapat disimak lewat tautan ini.

Editor: Hasanudin Aco
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved