Ibadah Haji 2020

Fadli Zon: Pemerintah Harus segera Ambil Keputusan Terkait Ibadah Haji

Fadli Zon meminta pemerintah Indonesia segera mengambil keputusan terkait pelaksanaan ibadah haji di tengah pandemi virus corona (covid-19).

Fadli Zon: Pemerintah Harus segera Ambil Keputusan Terkait Ibadah Haji
Tribunnews.com/ Reza Deni
Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Fadli Zon di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (26/2/2020). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Anggota DPR fraksi Partai Gerindra Fadli Zon meminta pemerintah Indonesia segera mengambil keputusan terkait pelaksanaan ibadah haji di tengah pandemi virus corona (covid-19).

Kata Fadli, surat dari Kerajaan Arab Saudi kepada Menteri Agama Republik Indonesia agar menunda penyelesaian kewajiban urusan haji untuk musim haji 1441 H/2020 berpotensi melahirkan keputusan darurat yang bersifat drastis.

"Belajar dari pembatalan izin umrah yang dilakukan secara mendadak oleh Saudi, pemerintah perlu mengambil langkah proaktif. Apalagi, Saudi kini tengah menghadapi lonjakan jumlah orang yang terpapar Covid-19. Per hari Rabu, 25 Maret 2020, misalnya, jumlah orang terpapar di Saudi mencapai 767 kasus. Padahal, sehari sebelumnya, jumlah orang yang terpapar dilaporkan masih berada di angka 562," kata Fadli melalui keterangannya, Kamis (26/3/2020).

Baca: Beredar Video Haji Tahun Ini Ditunda Dipastikan Hoax, Arab Saudi Belum Putuskan Apapun  

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra ini menegaskan pandemi global Covid-19 harus dianggap force majeure.

Sehingga, pemerintah Indonesia harus segera membuat keputusan apakah pemberangkatan jemaah haji tahun ini akan diteruskan atau ditiadakan.

"Keputusan itu perlu dibuat segera, dengan atau tanpa putusan resmi pemerintah Arab Saudi, untuk meminimalisir risiko bagi jemaah kita, sekaligus meminimalisir kerugian moril dan materil akibat ketidakpastian yang dibiarkan berlarut-larut," kata Fadli.

Baca: Menteri Agama Beri Lampu Hijau Gedung Asrama Haji Dijadikan Ruang Isolasi Pasien Covid-19

Fadli mencontohkan salat Jumat dan salat berjamaah sudah dianjurkan untuk dihindari di wilayah-wilayah terdampak Covid-19.

Hal itu sudah dianjurkan para ulama di banyak negara, seperti Mesir, Iran, Saudi, bahkan termasuk MUI sendiri.

Tujuannya adalah untuk membatasi kontak fisik demi mencegah penyebaran Covid-19.

"Jika ibadah dalam skala kecil saja dianjurkan untuk dibatasi, bagaimana dengan ibadah haji yang skalanya kolosal, melibatkan lebih dari 2,4 juta orang?," ujarnya.

"Kita semua tentu tak menginginkan ibadah jadi terhalang oleh wabah. Namun, kita sedang berada di tengah kondisi force majeure. Segera bikin keputusan, agar para calon jemaah haji kita segera mendapatkan kepastian," imbuhnya.

Penulis: chaerul umam
Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved