Breaking News:

Berita Duka: Saksi Sejarah KAA 1955, Paul Tedjasurja Wafat di Bandung

Salah seorang saksi sejarah Konferensi Asia Afrika (KAA) di Bandung tahun 1955, Paul Tedjasurja wafat, pada Jumat (27/3/2020).

ist
Paul Tedjasurja 

Saat KAA 1955 digelar, ia pun memotret menggunakan kamera seberat 1,5 kilogram.

Terdapat 300 lembar foto mengenai KAA yang berhasil diabadikan Paul, sehingga suasana konferensi dapat terekam jelas lewat jepretan kameranya.

Pada perjalanannya kemudian, hasil foto Paul itu dihimpun dalam buku berjudul “Bandung 1955”. Buku foto itu menjadi salah satu apresiasi terhadap KAA 2015 yang saat ini digelar.

Paul pun menceritakan suasana KAA 1955 saat ia masih menjadi fotografer.

“Pada tahun 1955 belum banyak kendaraan yang lalu-lalang. Orang-orang berdiri di pinggir jalan melihat langsung para delegasi yang lewat,” ujarnya.

Ia pun menjelaskan di tahun 1955 setiap delegasi yang lewat akan diumumkan melalui pengeras suara, sehingga suasananya sangat akrab.

“Waktu itu saya merasa terharu karena bisa meliput konferensi besar, sedangkan orang lain tidak,” ujar Paul yang lahir di Surabaya itu.

Selama KAA 1955 digelar, Om Paul menghabiskan antara 200 sampai 300 lembar foto yang mengabadikan suasana pelaksanaan konferensi maupun para tokoh-tokohnya.

Di antaranya para pemimpin negara yang sedang berjalan dari Hotel Savoy Homann ke Gedung Merdeka atau suasana sidang.

Foto-foto Om Paul tak hanya dimuat koran lokal Bandung, tapi juga media nasional di Jakarta.

Karya-karya foto Om Paul sampai kini terus dipakai untuk menceritakan sejarah dunia yang pernah terjadi di Indonesia.

Di hari tuanya, Om Paul menghabiskan waktunya di Jakarta.

Om Paul mempunyai tiga anak yang kini telah memberikan banyak cucu.

Editor: Content Writer
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved