Virus Corona

Novel Baswedan Sebut Ancaman Hukuman Mati untuk Koruptor Dana Covid-19 Tidak Akan Efektif

Novel Baswedan menganggap hukuman mati bagi koruptor anggaran penanganan coronavirus disease 2019 (COVID-19) tak akan efektif jika hanya ancaman lisan

Tribunnews.com/ Lusius Genik
Penyidik KPK Novel Baswedan di Ditreskrimum Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Senin (6/1/2020). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Ilham Rian Pratama

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan menganggap hukuman mati bagi koruptor anggaran penanganan coronavirus disease 2019 (COVID-19) tak akan efektif diterapkan jika hanya lewat ancaman lisan.

Ia menegaskan ancaman hukum mati tidak akan membuat koruptor ketakutan jika hanya diam dan tidak melakukan tindakan maupun pencegahan.

"Ancaman pidana saja masih diakali, masak ancaman lisan akan efektif. Enggak mungkin," kata Novel kepada wartawa, Minggu (29/3/2020).

Novel berharap Ketua KPK Firli Bahuri yang mengeluarkan ancaman tersebut harus berani mengambil tindakan nyata.

Hal itu supaya pihak-pihak yang ingin menyalahgunakan anggaran penanganan virus corona tak menanggap remeh KPK.

Baca: Bocoran Percakapan Menhan Prabowo dengan Ajudannya, Lockdown Opsi Terbaik!

Baca: UPDATE Corona 30 Maret 2020: AS Capai 139.904 Kasus Positif, Tidak Ada Angka Kematian Baru di China

Baca: Ciri-ciri Gejala Ringan Virus Corona Jangan Disepelekan, Segera Cek Indera Penciumanmu

"Ditindak dan dicegah maupun dibuat sistem untuk melakukan secara bersamaan," tegas Novel.

Baca: Di Kota Padang, Bule Dicegah Masuk Pasar Tradisional demi Waspadai Pandemi Corona

Sebelumnya, Firli Bahuri terus mengingatkan ancaman hukuman mati bagi pelaku korupsi penanganan anggaran virus corona.

Baca: Rincian 28 Kereta Jarak Jauh yang Dibatalkan Perjalanannya Mulai 1 April

KPK pun telah berkoordinasi dengan Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) untuk percepatan pengadaan barang kebutuhan penanganan COVID-19.

"Ingat! Ancaman hukuman mati koruptor anggaran bencana dan proses pengadaan darurat bencana," kata Firli, Jumat (27/3/2020).

Baca: Hasil Tes, Mantan Presiden SBY Dinyatakan Negatif Covid-19

Baca: Tekan Penyebaran Virus Corona, Polisi Bubarkan 100 Pemancing di Waduk Jatiluhur Purwakarta

Halaman
12
Penulis: Ilham Rian Pratama
Editor: Siti Nurjannah Wulandari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved