Virus Corona

Jusuf Kalla Sebut Pemerintah Harus Cepat Cegah Corona: Waktu Lebih Penting daripada Prosedur

Pemerintah telah mengumumkan status kedaruratan kesehatan masyarakat dan pembatasan sosial dengan skala besar atau PSBB.

TRIBUNNEWS/HERUDIN
Wapres RI ke 10 dan 12, Jusuf Kalla bertakziah ke rumah duka KH Salahuddin Wahid atau Gus Sholah, di Jakarta, Senin (3/2/2020). Adik kandung Presiden keempat Abdurrahman Wahid atau Gus Dur itu meninggal dalam usia 77 tahun di Rumah Sakit Jantung Harapan Kita setelah berjuang melawan sakit yang dideritanya dan rencananya akan dimakamkan di Pondok Pesantren Tebu Ireng Jombang. TRIBUNNEWS/HERUDIN 

TRIBUNNEWS.COM - Pemerintah telah mengumumkan status kedaruratan kesehatan masyarakat dan pembatasan sosial dengan skala besar atau PSBB.

Kebijakan tersebut diambil pemerintah sebagai respons dari upaya pencegahan penyebaran pandemi corona di Indonesia.

Terkait dengan hal itu, Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI) yang sekaligus Wakil Presiden 2014-2019, Jusuf Kalla memberikan tanggapannya.

Jusuf Kalla mengatakan, yang dibutuhkan saat ini dalam mengatasi pandemi ini adalah kecepatan.

Wapres RI ke 10 dan 12, Jusuf Kalla bertakziah ke rumah duka KH Salahuddin Wahid atau Gus Sholah, di Jakarta, Senin (3/2/2020). Adik kandung Presiden keempat Abdurrahman Wahid atau Gus Dur itu meninggal dalam usia 77 tahun di Rumah Sakit Jantung Harapan Kita setelah berjuang melawan sakit yang dideritanya dan rencananya akan dimakamkan di Pondok Pesantren Tebu Ireng Jombang. TRIBUNNEWS/HERUDIN
Wapres RI ke 10 dan 12, Jusuf Kalla bertakziah ke rumah duka KH Salahuddin Wahid atau Gus Sholah, di Jakarta, Senin (3/2/2020). Adik kandung Presiden keempat Abdurrahman Wahid atau Gus Dur itu meninggal dalam usia 77 tahun di Rumah Sakit Jantung Harapan Kita setelah berjuang melawan sakit yang dideritanya dan rencananya akan dimakamkan di Pondok Pesantren Tebu Ireng Jombang. TRIBUNNEWS/HERUDIN (TRIBUNNEWS/HERUDIN)

Hal tersebut diungkapkan Jusuf Kalla dalam acara Sapa Indonesia Malam, Kompas TV, Rabu (1/4/2020).

"Karena kita berkejar dengan waktu tiap hari korban naik antara 10-20 persen."

"Artinya kalau kita bisa lebih cepat maka kita bisa menyelamatkan 10-20 persen orang yang kena terinfeksi atau yang meninggal," ujar Jusuf Kalla.

Ia mengatakan, prosedur memang penting, namun saat ini waktu lebih penting daripada prosedur itu sendiri.

"Jadi harus cepat ambil tindakan yang baik," tegas Jusuf Kalla.

Ia juga mengatakan, bahwa saat Undang-undang Kedaruratan Kesehatan ini dibuat, pemerintah dan DPR tidak membayangkan adanya kejadian ini.

Halaman
123
Penulis: Nanda Lusiana Saputri
Editor: Muhammad Renald Shiftanto
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved