Jokowi: Ada 433 Desa di Indonesia Belum Teraliri Listrik

Presiden meminta hal itu segera diselesaikan, meskipun jumlahnya sedikit bila dibandingkan dengan jumlah desa di seluruh tanah air

Tribunnews/JEPRIMA
ilustrasi 

TRIBUNNEWS. COM, JAKARTA - Presiden Joko Widodo menggelar rapat terbatas jarak jauh bersama sejumlah Kabinet Indonesia Bersatu pada Jumat, (3/4/2020).

Rapat kali ini membahas rasio elektrifikasi pedesaan.

Presiden mengatakan, rasio elektrifikasi hingga 2020 ini telah mencapai 99,48 persen.

"Meningkat sangat signifikan di 2014 berada di posisi 84 persen dan telah melampaui target RPJMN tahun 2015-2019 sebesar 96 persen," katanya.

Baca: Rupiah Hari Ini Dibuka Menguat ke Level Rp 16.445 per Dolar AS, Ini Kurs di 5 Bank Besar Indonesia

Baca: Wali Kota Solo Izinkan Jenazah Covid-19 Dimakamkan di Pemakaman Milik Pemkot

Presiden mengatakan bahwa electricity access population kita berada di peringkat 95, masih tertinggal dari Malaysia peringkat 87, Vietnam peringkat 84 dan Singapura, Thailand, Tiongkok dan Korea Selatan yang berada pada peringkat 2.

"Begitu juga dengan electricity supply quality, kita juga masih berada di peringkat 54, Filipina 53, Malaysia 38, Thailand 31, Tiongkok 18, Singapura di peringkat kedua," katanya.

Saat ini menurut Presiden Jokowi masih terdapat 433 desa yang belum teraliri listrik.

Presiden meminta hal itu segera diselesaikan, meskipun jumlahnya sedikit bila dibandingkan dengan jumlah desa di seluruh tanah air yang mencapai 75 ribu.

"433 desa yang belum teraliri listrik tersebar di 4 provinsi. Di provinsi Papua 325 desa. Provinsi Papua Barat 102 desa. Provinsi NTT 5 desa dan provinsi Maluku 1 desa," pungkasnya.

Penulis: Taufik Ismail
Editor: Sanusi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved