Tiga Jenderal Polri Memperebutkan Kursi Deputi Penindakan KPK

Tiga jenderal dari Polri memperebutkan jabatan Deputi Penindakan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melalui proses seleksi.

Youtube metrotvnews
Plt Juru Bicara KPK. Ali Fikri 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Tiga jenderal dari Polri memperebutkan jabatan Deputi Penindakan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melalui proses seleksi.

Ketiganya menyingkirkan empat jaksa dan empat polisi lainnya yang mengikuti seleksi jabatan strategis itu.

Ketiganya adalah Wakapolda Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Brigjen Karyoto, Wakapolda Sumatera Selatan Brigjen Rudi Setiawan dan Kepala Pendidikan dan Pelatihan (Kadiklat) Reserse Lemdiklat Polri Brigjen Agus Nugroho.

"Hari ini (kemarin) pimpinan KPK melakukan tes uji makalah, presentasi, dan wawancara terhadap tiga calon Deputi Penindakan tersebut," kata Pelaksana tugas (Plt) Juru Bicara KPK Ali Fikri saat dikonfirmasi, Jumat (3/4/2020).

Baca: Fakta Anak Nekat Bakar Rumah Orangtua, Putus Sekolah, Sang Ayah Buta, Penyebabnya Sepele!

Baca: Cari Pemain Gratisan, Barcelona Bisa Gagal Rekrut Lautaro Martinez dan Neymar

Ali mengatakan ketiga jenderal dari Polri itu lolos dalam tahapan seleksi administrasi dan potensi calon Deputi Penindakan KPK.

Untuk seleksi jabatan Deputi Penindakan KPK diikuti tujuh jenderal dari Polri dan empat pejabat dari Kejaksaan Agung.

Menurut Ali, tiga kandidat yang lolos tersebut sebelumnya telah mengikuti tes uji kompetensi dan asessment yang dilakukan oleh pihak ketiga dari kalangan independen dan profesional.

Ali melanjutkan selain untuk posisi Deputi Penindakan, KPK juga melakukan seleksi untuk calon Deputi Informasi dan Data.

Pimpinan telah melakukan tes uji makalah, presentasi, dan wawancara terhadap tiga kandidat.

Ketiganya adalah Giri Suprapdiono yang saat ini menjabat Direktur Pendidikan dan Pelayanan Masyarakat KPK, Indira Malik selaku Spesialis Pengolahan Data dan Informasi Utama KPK, dan Mochamad Hadiyana selaku Direktur Standarisasi Perangkat Pos dan Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika.

Baca: Perubahan Operasional KRL Mulai 7 April 2020, Catat Jadwal Terbarunya

Baca: Anang Hermansyah Akui Sering Diamkan Ashanty saat Marah, tapi Selalu Gagal saat Istrinya Lakukan Ini

"Para kandidat tersebut sebelumnya telah mengikuti tes uji kompetensi dan asesmen yang dilakukan oleh pihak ketiga yang independen dan profesional," kata dia.

Lembaga antirasuah itu juga sedang mencari kandidat untuk mengisi pos dua jabatan strategis lain, yakni Direktur Penyelidikan dan Kabiro Hukum.

Oleh karena itu, KPK mengajak masyarakat untuk turut mengawal proses seleksi jabatan strategi KPK ini dan memberikan masukan.

Rencananya, proses seleksi berlangsung hingga 7 April 2020. (tribun network/ilh/coz)

Berita Populer
Penulis: Ilham Rian Pratama
Editor: Dewi Agustina
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved