Breaking News:

Virus Corona

‎Amankan Mudik di Tengah Pandemi Covid-19, Korlantas Siapkan Posko Terkoneksi dengan RS Rujukan

Korlantas Polri menyiapkan langkah strategis saat musim mudik tahun 2020 di tengah pandemi virus corona (Covid-19).

dok Korlantas Polri
Kakorlantas Polri Irjen Istiono saat membagikan masker lain ke pengendara ojol untuk mencegah virus corona di kawasan Senayan, Jakarta, Senin (6/4/2020). (Korlantas Polri) 

Laporan Wartawan Tribunnews.com Theresia Felisiani

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Korlantas Polri menyiapkan langkah strategis saat musim mudik tahun 2020 di tengah pandemi virus corona (Covid-19).

Demi memberikan keamanan dan keselamatan saat musim mudik, Korlantas menggandeng instansi-instansi terkait mencegah penyebaran virus corona.

Kakorlantas Polri Irjen Istiono menegaskan pemudik yang tetap nekat pulang ke kampung halaman ditetapkan sebagai ODP (Orang Dalam Pantauan) dan wajib menjalani karantina selama 14 hari.

Baca: Hasil Tes Negatif Covid-19, Tapi Detri Warmanto Masih Takut Ketemu Istri dan Anak-anaknya

Baca: Mudik ke Pontianak, Vokalis Band Lyla Berstatus ODP

"Penerapan pencegahan yang dilakukan Pemerintah Daerah Jawa Tengah yang menjemput para pemudik dan 14 hari dilakukan karantina, akan diterapkan di wilayah lain bersama instansi terkait," ungkap Istiono di kawasan Senayan, Jakarta, Senin (6/4/2020).

Selain itu, pihaknya juga menerapkan pemeriksaan ketat pada para pemudik, dengan mendirikan posko di beberapa tempat yang terkoneksi dengan rumah sakit rujukan untuk penanganan pasien positif corona yang terdekat.

Posko tersebut didirikan di ‎tempat pemberangkatan mudik, rest-rest area baik di tol maupun di jalan arteri hingga di tempat tujuan.

"Bila ada indikasi, akan langsung kami rujuk ke rumah sakit terdekat untuk dilakukan karantina sebagai pencegahan penyebaran virus corona" tegas jenderal bintang dua ini.

Dirinya berharap ‎pada mudik tahun ini ada kebijakan pembatasan kendaraan sebagai bagian dari langkah pencegahan dan penanggulangan virus corona.

Misalnya mobil sedan hanya ditumpangi untuk dua orang, satu sopir, satu dibelakang sebagai penumpang, begitu pula mobil jenis mini bus ditumpangi 3 orang, bahkan untuk yang terpaksa mudik dengan motor, tidak diperkenankan berboncengan.

‎Operasi ketupat tahun ini, lanjut Istiono, masih dalam kondisi KLB, dan merupakan operasi kemanusiaan. Oleh karena itu, demi kemanusiaan terkait pelanggaran pada kendaraan angkutan orang, akan di putar arah atau pulang ke rumah.

‎Istiono berharap, masyarakat mau bekerjasama dengan Pemerintah melawan corona dengan penuh kesadaran menerapkan SOP penanganan dan pencegahannya.

"Jaga jarak, karena penularan ini yang sangat berbahaya. Kesadaran dari masyarakat juga dituntut disini. Yang terpenting saat ini kita jaga jarak, dan mematuhi apa-apa yang telah ditetapkan pemerintah," tambah Istiono.

Penulis: Theresia Felisiani
Editor: Willem Jonata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved