Virus Corona

Survei BPTJ: Hanya 7 Persen Warga Jabodetabek yang Ingin Mudik, 56 Persen Memilih Sebaliknya

Sedangkan ada 56 persen warga Jabodetabek yang memutuskan tidak mudik. Sisanya 37 persen masih belum memutuskan pilihan mudik atau tidak.

WARTA KOTA
Suasana warga yang hendak mudik ke kampung halaman di Terminal Tanjung Priok, Jakarta Utara, Senin (30/3/2020). 

Laporan Reporter Ratih Waseso

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -  Kepala Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) Kemenhub Polana B Pramesti menyebut bahwa ada 7 persen warga Jabodetabek yang memutuskan tetap mudik.

Sedangkan ada 56 persen warga Jabodetabek yang memutuskan tidak mudik. Sisanya 37 persen masih belum memutuskan pilihan mudik atau tidak.

Hasil tersebut didapatkan dari survey yang dilakukan Balitbang Kementerian Perhubungan kepada 43.000 responden di Jabodetabek.

"Tujuh persen yang mudik tapi masih ada 37 persen yang belum tahu mudik atau enggak . Itu salah satu parameter. 7% dari penduduk Jabodetabek lumayan banyak," jelas Polana dalam diskusi daring yang digelar Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Jakarta bersama Institut Studi Transportasi (INSTRAN) har Minggu 5 April 2020.

Dari hasil survey tersebut menjadi dasar BPTJ beberapa waktu lalu mengeluarkan surat edaran.

Polana menegaskan surat edaran tersebut bukanlah larangan.

Tapi surat tersebut merupakan rekomendasi kepada stakeholder dalam bidang transportasi seperti operator, pemda, operator sarana dan prasarana termasuk jalan tol dapat mempersiapkan pembatasan transportasi jika daerah di Jabodetabek sudah ditetapkan sebagai Pembatasan Sosial Berskala Besar.

Pada tanggal 1 April BPTJ telah menerbitkan SE Nomor 5 Tahun 2020 yang ditegaskan Polana bertujuan menjadi salah satu upaya untuk memutus penularan Covid-19.

Baca: Benarkah Mengonsumsi Vitamin C Dosis Tinggi Efektif untuk Tangkal Virus Corona?

Polana mengakui bahwa transportasi umum menjadi salah satu tempat penyebaran Covid-19.

"Covid-19 ini virusnnya tidak bergerak, dia diam di tempat. Tapi yang menyebarkan kemana-mana itu melalui transportasi," ujarnya.

Baca: Kabar Baik! PUFF, Nucleus Farma dan Prof Nidom Foundation Kembangkan Obat Covid-19

"Kami membuat SE itu agar seluruh stakeholder dapat mengantisipasi kira-kira apa yang bisa dikerjakan. Tapi mungkin salahnya banyak yang membacanya tidak secara keseluruhan sehingga membuat heboh," jelasnya.

Baca: Bahan Alami Curcumin Berkhasiat Tingkatkan Imunitas Tubuh, Tapi Bukan Obat untuk Covid-19

Kembali ditegaskan Polana bahwa surat edaran tersebut ditujukan bagi antisipasi bagi stakeholder transportasi sebelum peraturan lebih tinggi berlaku.

Artikel ini tayang di Kontan dengan judul Survei BPTJ 7% warga Jabodetabek ingin mudik dan 37% belum memutuskan

Editor: Choirul Arifin
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved