Breaking News:

Bentrok TNI Vs Polri di Papua

Pangdam Tak akan Lindungi Oknum TNI yang Bersalah dalam Insiden di Mamberamo Raya

Di hadapan anggota Pos Satgas Yonif 754, Pangdam menegaskan tidak akan melindungi anggota yang salah.

Kontributor Tribunnews.com/Banjir Ambarita
Kapolda Papua Irjen Pol Paulus Waterpauw dan Pangdam XVII Cenderawasih Mayjen Herman Asaribab saat menjenguk anggota Polisi yang ditembak di Mamveramo Raya, di RS Bhayangkara Kotaraja. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Gita Irawan

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI Herman Asaribab menegaskan akan memproses hukum oknum prajurit TNI yang terlibat dalam insiden yang menewaskan tiga personel Polres Mamberamo Raya pada Minggu (12/4/2020) kemarin.

Di hadapan anggota Pos Satgas Yonif 754, Pangdam menegaskan tidak akan melindungi anggota yang salah.

"Saya tegaskan, bahwa proses hukum akan dilakukan bagi kalian yang berbuat pelanggaran," tegas Herman saat mengunjungi langsung Pos Yonif 754 di Kasonaweja Kabupaten Mamberamo Raya bersama Kapolda Papua, Irjen Pol Paulus Waterpauw dalam keterangan resmi Kepala Penerangan Kodam XVII Cenderawasih Kolonel CPL Eko Daryanto pada Senin (13/4/2020).

Baca: Nagita Slavina Merasa Tak Nyaman Ketika Gaya Berpakaiannya Kerap Ditaksir Harganya

Baca: Penumpang Kereta Api di Stasiun Malang Diwajibkan Pakai Masker

Selain itu Herman juga mengevaluasi unsur pimpinan pos yang kurang mampu berkoordinasi dengan baik dengan institusi kepolisian.

"Ini tidak boleh terjadi lagi. Semua anggota TNI di wilayah harus saling mengenal dengan rekan dari kepolisian. Bila kalian saling mengenal, maka persoalan di lapangan akan cepat terselesaikan," kata Herman.

Selain untuk melihat langsung TKP, kedatangan Herman juga untuk memastikan bahwa investigasi gabungan TNI-Polri masih terus dilakukan untuk memeriksa oknum prajurit TNI yang terlibat dalam insiden bentrokan yang menyebabkan tertembaknya anggota Polres Mamberamo Raya kemarin (Minggu, 12/4/2020).

Pada kesempatan itu juga Herman mengingatkan agar prajurit yang bertugas di wilayah untuk dapat menyesuaikan diri dengan lingkungan sosial di tempat mereka bertugas.

"Pahami kearifan lokal masyarakat dan jadikan Bupati dan tokoh-tokoh masyarakat setempat sebagai orangtua kalian, supaya kalian tidak salah melangkah saat melaksanakan tugas," kata Herman.

Penulis: Gita Irawan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved