Virus Corona
Bahas Pemaparan Erick Thohir soal Mafia Alat Kesehatan, Arya Sinulingga: Parah, Terlalu Sibuk Dagang
Stafsus Menteri BUMN Arya Sinulingga buka suara mengenai mafia alat-alat yang sempat disinggung Erick Thohir beberapa waktu lalu.
TRIBUNNEWS.COM - Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga buka suara mengenai mafia alat-alat kesehatan yang sempat di singgung Erick Thohir beberapa waktu lalu.
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir baru baru ini menyatakan bahwa Indonesia selama ini terlena dengan impor bahan baku obat-obatan dan alat kesehatan ketimbang memproduksi sendiri di dalam negeri.
Oleh sebab itu, saat terjadi bencana nasional Covid-19 Indonesia ketergantungan dengan negara lain dalam hal bahan baku obat dan alat kesehatan.
• Meski APD Lengkap, Dokter Sebut Tenaga Medis RS Kariadi Positif Corona Jadi 57 Orang, Apa Sebabnya?
Padahal, Arya Sinulingga menyatakan bahwa anak bangsa sebenarnya bisa memproduksi obat dan alat kesehatan sendiri.
Arya mengatakan bahwa di Indonesia sebenarnya telah ada tempat untuk meproduksi obat-obatan dan alat kesehatan.
Hanya saja, pruduksi tersebut merupakan pesanan dari luar negeri yang nantinya akan dikembalikan ke negara asal.
“Pabriknya ada, tapi bahan baku dari luar semua, Indonesia hanya tukang jahitnya doang."
"Orang luar bawa bahan baku ke tukang jahit, dia bayar tukang jahitnya, diambil barangnya, itu proses yang terjadi selama ini dan kita akhirnya impor juga barang tersebut."
"Karena bukan punya kita, itu milik yang punya bahan,” kata Arya dikutip dari Kompas TV, Minggu (19/4/2020).
Permainan tersebut terjadi hampir di semua alat kesehatan yang saat ini sangat dibutuhkan di tengah pendemi, seperti APD, masker, hingga ventilator.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/staf-khusus-menteri-bumn-arya-sinulingga-f1093ew.jpg)