Breaking News:

Hukuman Koruptor Masih Ringan, KPK Harap MA Terbitkan Pedoman Pemidanaan

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) berharap Mahkamah Agung (MA) segera menerbitkan standar pedoman pemidanaan perkara korupsi.

Tribunnews.com/ Ilham Rian Pratama
Pelaksana Tugas (Plt) Juru Bicara Bidang Penindakan KPK Ali Fikri 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Ilham Rian Pratama

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) berharap Mahkamah Agung (MA) segera menerbitkan standar pedoman pemidanaan perkara korupsi.

Hal ini disampaikan Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri saat dikonfirmasi temuan Indonesia Corruption Watch (ICW) yang menyebut hukuman terhadap para koruptor masih rendah.

Sepanjang 2019, rata-rata koruptor hanya dihukum 2 tahun 7 bulan pidana penjara. Selain itu, ICW menemukan masih sering terjadinya disparitas vonis terhadap terdakwa korupsi.

Baca: Rahasia Pasangan Lansia Asal Wuhan Berhasil Sembuh dari Covid-19 Diungkap RS

Baca: Ambil 9 Kaleng Susu di Minimarket Tanpa Membayar, 2 Pemuda Babak Belur Dihajar Massa

Pelaku yang kerugian keuangan negaranya lebih sedikit justru dihukum lebih berat ketimbang pelaku yang kerugian keuangan negaranya lebih banyak.

Ali mengatakan pedoman pemidanaan yang diterbitkan MA dapat menjadi standar Majelis Hakim dalam memutus perkara korupsi.

"KPK berharap Mahkamah Agung  juga dapat menerbitkan pedomaan pemidanaan sebagai standar Majelis Hakim di dalam memutus perkara tindak pidana korupsi," kata Ali kepada wartawan, Senin (20/4/2020).

Selain masih rendahnya vonis yang dijatuhkan pengadilan, ICW juga menyoroti masih rendahnya tuntutan yang diberikan Penuntut kepada terdakwa.

Saat Kejaksaan berposisi sebagai Penuntut, rata-rata terdakwa korupsi dituntut hukuman 3 tahun 4 bulan penjara, sementara tuntutan Penuntut KPK rata-rata selama 5 tahun 2 bulan.

Baca: Detri Warmanto Petik Hikmah Setelah Sembuh dari Virus Corona

Secara rinci, Kurnia memaparkan, tuntutan dari Kejaksaan, dari total 911 terdakwa sebanyak 604 dituntut ringan, 276 sedang, dan 13 berat.

Baca: PSBB Sebagian Wilayah dalam Satu Kota Bisa Dilakukan

Halaman
123
Berita Populer
Penulis: Ilham Rian Pratama
Editor: Malvyandie Haryadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved