Breaking News:

Bahas Kartu Pra Kerja, Adi Prayitno Minta Belva Delvara Pilih Bisnis atau Stafsus: Harus Dipisahkan

Staf Khusus (Stafsus) Milenial Presiden Joko Widodo (Jokowi), Belva Devara menjadi sorotan seusai bisnisnya menjadi mitra program Kartu Pra Kerja.

Tribunnews.com/ Lusius Genik
Pengamat Politik Adi Prayitno di Jenggala Center, Jakarta Selatan, Jumat (22/11/2019). 

TRIBUNWOW.COM - Staf Khusus (Stafsus) Milenial Presiden Joko Widodo (Jokowi), Belva Devara menjadi sorotan seusai bisnisnya menjadi mitra dalam program Kartu Pra Kerja.

Dilansir TribunWow.com, kritikan pun datang dari berbagai pihak, satu di antaranya dari Analis Politik Adi Prayitno.

Menurut Adi Prayitno, Belva Delvara tak seharusnya memisahkan antara kepentingan bisnis dengan politik.

Bahkan, ia meminta CEO Ruang Guru itu untuk memilih antara bisnis dengan menjadi abdi negara.

Adamas Belva Syah Devara
Adamas Belva Syah Devara (Instagram @belvadevara)

Ngaku Tak Mau Jadi Stafsus Jokowi, Rocky Gerung Buat Refly Harun Terbahak: Apalagi yang Bikin Surat?

Andaikan Dirinya Bisa Bantu Presiden, Rocky Gerung: Kalau Diminta, Maka Saya Enggak Mau Jadi Stafsus

Hal itu disampaikan Adi Prayitno melalui tayangan 'Aiman' dalam kanal YouTube Kompas TV, Senin (20/4/2020).

Adi menjelaskan, program Kartu Pra Kerja yang dicanangkan pemerintah tak terlalu dibutuhkan masyarakat yang kini diresahkan dengan wabah Virus Corona.

Ia menilai, masyarakat lebih membutuhkan bantuan tunai ketimbang pelatihan secara online.

"Pertama harus saya tegaskan bahwa Kartu Pra Kerja yang berupa pelatihan online di masa pandemi Corona ini tentu tidak sensitif," ujar Adi.

"Orang itu enggak butuh bantuan online, tapi bantuan case yang men-support kebutuhan hidup mereka masing-masing."

Terkait hal itu, Adi lantas menyoroti jumlah dana yang digelontorkan pemerintah untuk meluncurkan Kartu Pra Kerja.

BACA BERITA SELENGKAPNYA >>>

Sumber: TribunWow.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved