Breaking News:

Arief Budiman Berpulang, Selamat Jalan Pejuang Demokrasi

Dikenal aktif menulis, sebelum meninggal Arief Budiman menderita sakit stroke lama dan parkinson.

Editor: Choirul Arifin
Istimewa
Sosiolog dan aktivis Arief Budiman. 

Arief Budiman juga disebut manusia di tengah demonstrasi, termasuk pernah juga didemonstrasi beberapa mahasiswa UKSW.

Dipecat dari UKSW

Sejak 31 Oktober 1994, melalui surat keputusan yang ditandatangani ketua umum dan sekretaris Yayasan UKSW, Arief dipecat dengan tidak hormat dari posisinya sebagai tenaga akademik dan segala jabatan di UKSW.

Alasannya, Arief diianggap terus memprotes proses pemilihan rektor yang dianggapnya tak demokratis dan penuh kecurangan. Oleh pimpinan kampus UKSW, Arief Budiman dianggap merugikan dan merusak citra universitas.

Doktor Sosiologi dari Universitas Harvard, Amerika Serikat (1981) yang sebelumnya mengenyam pendidikan Fakultas Psikologi Universitas Indonesia (lulus 1968) ini, sebenarnya pribadi yang suka humor.

Arief Budiman sering terlibat dalam konflik. Semua konflik dihayati sebagai usaha penegakan keadilan yang secara filosofis ia yakini sebagai episode yang tak akan pernah selesai dalam kehidupan.

Itulah yang membuatnya tidak pernah lelah berada di tengah kemelut konflik.

Harian Kompas, 11 Agustus 2018 memberitakan, Arief Budiman sempat mengajar sebagai Guru Besar di Universitas Melbourne, Australia.

Selain itu, tentu juga peranan istri yang memahami sikap kejuangannya, Sitti Leila Chaerani yang dinikahinya tahun 1967, dua anaknya, Andrian Mitra Budiman (26) dan Susanti Kusumasari (24).

Mereka tinggal di rumah yang berwawasan ekologis di Desa Kemiri, Salatiga. Rumah tersebut diarsiteki oleh sahabatnya, sastrawan YB Mangunwijaya.(ris/tribunnetwork/kompas.com/cep)

KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved