Breaking News:

Virus Corona

Jasa Travel Gelap Marak, Polri Bakal Gelar Patroli Siber Secara Masif

Mereka menjanjikan para pemudik bisa pulang ke kampung halaman dari zona merah Covid-19.

Igman Ibrahim
Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Yusri Yunus saat memegang uang palsu (black dollar) dari hasil penipuan WNA Asal Kamerun. (Igman Ibrahim/Tribunnews.com) 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Direktorat Kriminal Khusus Polda Metro Jaya akan mulai menggelar patroli siber yang masif menyusul maraknya jasa travel gelap yang ditawarkan melalui media sosial.

Mereka menjanjikan para pemudik bisa pulang ke kampung halaman dari zona merah Covid-19.

"Kita akan patroli di dunia maya, patroli siber, siapa tahu akan menemukan dan akan kita tindak sesuai dengan hukum yang berlaku," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus kepada awak media, Jumat (1/4/2020).

Yusri menyampaikan, pihak kepolisian tak akan segan melakukan penindakan travel gelap yang masih mencoba menawarkan jasa mudik ke kampung halaman.

"Siapapun yang coba-coba bermain mudik apalagi dengan mencoba menawarkan melalui media sosial, meloloskan para pemudik ini akan kita tindak tegas makannya," jelasnya.

Yusri mengatakan pelaku yang menawarkan jasa travel gelap bisa dijerat dengan Undang-undang lalu lintas ataupun Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

Apabila pelakunya berasal dari travel agent resmi, pihaknya akan meminta dinas perhubungan untuk mencabut izin usaha.

"Bahkan kalau perlu kita ajukan ke pemda untuk cabut izin apabila ada travel itu," pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, Jasa travel gelap yang menjanjikan warga yang berada di zona merah Covid-19 untuk bisa mudik ke kampung halaman tengah marak.

Selain menangkap satu kasus di Tasikmalaya, polisi juga mengamankan dua kendaraan travel gelap di Kabupaten Bekasi.

Halaman
12
Penulis: Igman Ibrahim
Editor: Hasanudin Aco
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved