Breaking News:

Rencana Pemerintah Datangkan 500 TKA Asal China Bertolak Belakang dengan Kebijakan Larangan Mudik

Upaya mendatangkan TKA bertolak belakang dengan kebijakan pemerintah melarang warga untuk mudik sebagai langkah menanggulangi pandemi virus corona

Tribunnews.com/ Chaerul Umam
Ketua Komisi VIII DPR fraksi PAN Yandri Susanto. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Glery Lazuardi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Rencana pemerintah mendatangkan 500 Tenaga Kerja Asing (TKA) asal China untuk bekerja di PT Virtue Dragon Nickel Industry dan PT Obsidian Stainless Steel Sulawesi Tenggara menimbulkan polemik.

Hal tersebut karena upaya mendatangkan TKA bertolak belakang dengan kebijakan pemerintah melarang warga untuk mudik sebagai langkah menanggulangi pandemi virus corona atau Covid-19.

"Tujuan melarang merayakan lebaran di kampung halaman memang agar wabah virus ini cepat selesai. Tetapi tiba-tiba pemerintah membolehkan TKA asal China masuk Indonesia, padahal virus itu berasal dari Wuhan, China," kata Wakil Ketua Umum DPP PAN Yandri Susanto, dalam diskusi virtual, Senin (4/5/2020).

Baca: Respons Wishnutama Sikapi Menurunnya Angka Kunjungan Wisatawan Mancanegara Akibat Corona

Untuk itu, dia meminta pemerintah membatalkan kebijakan mendatangkan TKA.

Selain kontraproduktif, keinginan pemerintah bertentangan dengan prinsip keadilan dan mencederai hati rakyat.

Pada saat ini, dia melihat, banyak tenaga kerja lokal yang dirumahkan akibat dampak dari Covid-19.

Selain itu, tradisi mudik umat Islam pun kini ditiadakan.

Baca: 80.192 Warga DKI Jakarta Telah Ikut Rapid Test Corona, Hasilnya 77.136 Orang Dinyatakan Negatif

"Saya mengingatkan pemerintah untuk membatalkan kebijakan tersebut agar tidak menyakiti hati rakyat," kata Ketua Komisi VIII DPR RI tersebut.

Untuk diketahui, Walikota Kendari Sulawesi Tenggara, Sulkarnain Kadir menolak kedatangan 500 TKA asal China.

Halaman
12
Penulis: Glery Lazuardi
Editor: Adi Suhendi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved