Breaking News:

Politikus PAN: Masyarakat Akan Berterima Kasih kepada Jokowi Jika Mendapat Sentuhan Manis

Saleh Daulay mendesak pemerintah menghentikan program Kartu Prakerja dan mengalihkan anggarannya ke bantuan sosial.

Tribunnews.com/Chaerul Umam
Saleh Daulay. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Seno Tri Sulistiyono

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Anggota Komisi IX DPR Saleh Daulay mendesak pemerintah menghentikan program Kartu Prakerja dan mengalihkan anggarannya ke bantuan sosial.

"Masukan masyarakat sudah banyak, uang tersisa dialokasikan ke masyarakat ekonomi bawah, mereka perlu sentuhan manis dan pasti akan berterima kasih ke Presiden Jokowi," kata Saleh Daulay dalam acara Satu Meja The Forum di Kompas TV, Jakarta, Rabu (6/5/2020).

Menurut Saleh, Kartu Prakerja tidak tepat dilaksanakan disaat ekonomi masyarakat sulit akibat pandemi virus corona atau Covid-19.

Baca: 172 WNI ABK MV Amsterdam Jalani Karantina Selama 3 Hari di Hotel Usai Jalani Tes Swab

"Mereka butuh bertahan hidup di tengah situasi sulit," ujar Saleh Daulay.

Politikus PAN tersebut menyebut dalam peningkatan keterampilan, diperlukan tatap muka dengan mentornya dan bisa langsung dipraktikan.

Bukan melalui online yang materinya banyak tersedia gratis di media sosial.

Baca: Jokowi Minta Kepala PPATK Dian Ediana Rae Perhatikan Masalah Korupsi dan Terorisme

"Ini yang tersedia kan bayar, jangan-jangan yang diutungkan pelaksananya, bukan pesertanya," ucap Saleh.

Diketahui, pemerintah mengalokasikan anggaran untuk Kartu Prakerja Rp 20 triliun.

Jumlah tersebut meningkat dua kali lipat dari rencana awal Rp 10 triliun lantaran program tersebut kini beralih haluan dari program jaring pengaman untuk pencari kerja menjadi bantuan sosial bagi pihak-pihak yang kehilangan pekerjaan di tengah pandemik virus corona.

Baca: Yadi Sembako Terjun ke Dunia Tarik Suara Berkat Gus Anom

Alokasi anggaran Kartu Prakerja itu memiliki porsi sekitar 4,9 persen dari total keseluruhan anggaran pemerintah untuk penanganan pandemi yang sebesar Rp 405,1 triliun.

Dari jumlah anggaran sebesar Rp 20 triliun itu, Rp 19,88 triliun digunakan untuk manfaat dan insentif kepada masyarakat yang nominalnya masing-masing Rp 3,55 juta untuk 5,6 juta peserta yang mendaftar di prakerja.go.id dan dipilih acak sesuai sistem Kartu Prakerja. Sisanya, digunakan untuk operasional program.

Berita Populer
Penulis: Seno Tri Sulistiyono
Editor: Adi Suhendi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved