Breaking News:

Virus Corona

7 Penjual Surat Keterangan Bebas Covid-19 Palsu Jadi Tersangka, Pelaku Raup Untung Rp 300 Ribu

Kasus jual-beli surat keterangan bebas Covid-19 palsu dari salah satu RS di platform media sosial semakin marak di tengah pandemi. 7 jadi tersangka.

Instagram @lambe_turah
Beredar iklan penjualan Surat Bebas COVID-19 di media sosial. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Igman Ibrahim

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kasus jual-beli surat keterangan bebas Covid-19 palsu dari salah satu RS di platform media sosial semakin marak di tengah pandemi virus corona.

Pihak kepolisian pun tidak tinggal diam terkait fenomena tersebut.

Kabag Penum Humas Mabes Polri, Kombes Pol Ahmad Ramadhan mengatakan pihak kepolisian total telah menetapkan 7 orang tersangka atas dugaan kasus jual-beli surat keterangan bebas Covid-19 palsu tersebut.

"Data terakhir total 7 orang yang telah ditetapkan sebagai tersangka kasus jual-beli surat keterangan bebas Covid-19 palsu," kata Ahmad kepada Tribunnews, Minggu (17/5/2020).

Ahmad mengatakan seluruh kasusnya berada di wilayah jining Agun, Gilimanuk, Jembrana, Bali.

7 tersangka tersebut terdiri dari 2 kelompok yang menjual surat keterangan secara manual ataupun daring.

Baca: Ahli Medis di Thailand Minta Pasien Covid-19 yang Sembuh Tahan Hasrat untuk Bercinta

Baca: Uut Permatasari Berduka, Ibu Mertuanya Meninggal Dunia

Baca: Seminggu Jelang Lebaran, Tren Pengemudi Kendaraan yang Nekat Mudik Menurun

Surat bebas Covid-19 yang menjadi syarat mutlak penumpang untuk mudik, sempat diperjualbelikan seharga Rp 70 ribu di marketplace.
Surat bebas Covid-19 yang menjadi syarat mutlak penumpang untuk mudik, sempat diperjualbelikan seharga Rp 70 ribu di marketplace. (Instagram @lambe_turah)

"Motif pelaku adalah untuk memperoleh keuntungan ekonomi, per lembar surat keterangan dijual dengan harga Rp 100 ribu sampai Rp 300 ribu,” pungkasnya," pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, Polres Jembrana dan Polda Bali berhasil menangkap tujuh tersangka yang membuat dan menjual surat keterangan sehat bebas virus corona di media sosial maupun diperdagangkan secara manual di kawasan Gimimanuk, Bali.

Kabag Penum Mabes Polri, Kombes Ahmad Ramadhan mengatakan total ada tujuh tersangka yang ditangkap.

Halaman
12
Penulis: Igman Ibrahim
Editor: Anita K Wardhani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved