Breaking News:

Virus Corona

Istri dan Orangtua PNS RSPAD Gatot Soebroto yang Wafat karena Covid-19 Terima Santunan

santunan senilai Rp 326.928.600 diserahkan kepada istri almarhum Perawat di Unit Dokmil RSPAD Gatot Soebroto

Shutterstock
Ilustrasi virus corona.(Shutterstock) 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Gita Irawan

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ahli waris dua PNS TNI AD dari Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat atau RSPAD Gatot Soebroto yang meninggal dunia akibat terpapar virus corona atau Covid-19 menerima Santunan Resiko Kematian Khusus (SRKK) tewas dari Asabri.

Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat (Kadispenad) Kolonel Inf Nefra Firdaus mengatakan, santunan senilai Rp 326.928.600 diserahkan kepada istri almarhum Perawat di Unit Dokmil RSPAD Gatot Soebroto yang meninggal dunia pada 31 Maret 2020 lalu, Sugiarto, yakni Ary Suryanti.

Baca: Klaster Baru di Batam Misterius, Sekeluarga Positif Covid-19 Meski Tak Pernah Kemana-mana

“Sementara santunan Asabri senilai Rp 286.031.100 diserahkan kepada ahli waris almarhumah Perawat di Instalasi Rawat Jalan RSPAD Gatot Soebroto, Novera, yang meninggal dunia pada 11 April 2020 lalu yakni kedua orang tuanya, Supardi dan Ofnetty," kata Nefra dalam keterangan resmi Dinas Penerangan Angkatan Darat pada Senin (18/5/2020).

Nefra mengatakan selain itu para ahli waris juga menerima pengembalian tabungan (Baltab) TWP AD yang diserahkan oleh Direktur Utama PT BP TWP AD Mayjen TNI Sudirman dengan nilai tunai sesuai masa dinasnya dan bantuan beasiswa bagi satu orang anak sebesar Rp 30 juta.

“Kepada ahli waris masing-masing juga menerima santunan berupa biaya perawatan jenazah sebesar 7,5 juta Rupiah, serta gaji terusan selama 12 bulan ke depan,” kata Nefra.

Dalam kesempatan tersebut, kedua ahli waris almarhum/almarhumah menyampaikan ucapan terima kasih kepada Kepla Staf Angkatan Darat Jenderal TNI Andika Perkasa, jajaran PT Asabri, PT TWP dan Kasgartap I Jakarta atas perhatian dan bantuannya.

Para ahli waris juga menyampaikan permohonan maaf bila almarhum/almarhumah selama mengabdi dan bekerja kurang maksimal.

Menanggapi pernyataan kedua ahli waris tersebut, Andika menyampaikan bahwa tidak ada kekurangan dalam diri almarhum/almarhumah.

“Mereka telah memberikan pengabdian yang terbaik kepada Angkatan Darat dan masyarakat Indonesia. Bukti pengabdian yang paling berharga adalah nyawanya," kata Andika.

Halaman
12
Penulis: Gita Irawan
Editor: Imanuel Nicolas Manafe
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved