Mudik Lebaran 2020

Jumlah Warga yang Nekat Mudik Terus Bertambah, 52.076 Kendaraan Diminta Putar Balik

Setiap harinya jumlah warga yang masih nekat mudik‎ terus bertambah, terlebih jelang Lebaran 2020 yang tinggal menghitung hari.

Warta Kota/Alex Suban
Polisi menyiapkan masker dan brosur tentang virus corona (Covid-19) saat pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di pos check point pintu keluar Tol Jagorawi, Baranangsiang, Kota Bogor, Jawa Barat, Rabu (15/4/2020). Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil mengatakan, dengan berlakunya status PSBB di Bogor, Depok, dan Bekasi maka sanksi bagi yang melanggar akan diterapkan baik dalam bentuk surat teguran, denda, maupun tindak pidana ringan (tipiring). Warta Kota/Alex Suban 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Setiap harinya jumlah warga yang masih nekat mudik‎ terus bertambah, terlebih jelang Lebaran 2020 yang tinggal menghitung hari.

Kabag Penum Mabes Polri, Kombes Ahmad Ramadhan mengatakan hingga hari ke 25 Operasi Ketupat 2020, anggota polisi terpaksa memutar balikkan 52.076 kendaraan yang terindikasi mudik.

"Dinamika Operasi Ketupat 2020 sampai hari ke 25, sebanyak 52.076 kendaraan diminta putar balik. Mulai dari bus, kendaraan pribadi, travel, sampai sepeda motor," ucap Ahmad Ramadhan, Selasa (19/5/‎2020) di Bareskrim Polri.

Rincian kendaraan yang diminta putar balik mulai dari Polda Lampung yakni 1.281 kendaraan, Polda Banten 6.814 kendaraan, Polda Metro Jaya sebanyak 20.146 kendaraan.

Berikutnya Polda Jawa Barat memutar balikkan 8.209 kendaraan, Polda Jawa Tengah 4.304 kendaraan, Polda DIY 516 kendaraan, terakhir Polda Jawa Timur memutar balikkan 11.113 kendaraan.

Jika dibandingkan dengan hari ke 23 Operasi Ketupat, jumlah kendaraan yang diminta putar balik mengalami kenaikan cukup signifikan.

Di hari ke 23 ada 48.472, jumlah kendaraan yang ‎diberi sanksi putar balik.

 Sedangkan di hari ke 25 ada 52.076 kendaraan. Terjadi kenaikan jumlah pelanggar dilarang mudik sebanyak 3.604 kendaraan.

Sebelumnya Kakorlantas Polri, Irjen Istiono sudah menyatakan mulai ada peningkatan 10-20 persen masyarakat yang nekat mudik di‎ satu minggu jelang Lebaran.

Untuk mengantisipasi hal ini, Polri telah mempertebal jumlah pasukan di setiap pos penjagaan, ‎penyekatan dan pengecekan PSBB di seluruh Indonesia.

"Kami pertebal lagi di masing-masing titik untuk mengecek masyarakat yang mau mudik. Belakangan ada kenaikan 10-20 persen masyarakat yang masih mencoba mudik," tambah Kakorlantas Irjen Istiono, Jumat (15/5/2020) lalu di Tol Cikampek.  

Penulis: Theresia Felisiani
Editor: Hasanudin Aco
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved