Breaking News:

KPK Panggil Pengacara Hardja Karsana Kosasih untuk Tanda Tangan Penyitaan Aset Nurhadi

Ali Fikri belum bisa memastikan aset tersebut benar dimiliki Nurhadi serta aset-aset yang tercantum dalam surat tersebut.

Tribunnews.com/Ilham Rian Pratama
Pengacara Hardja Karsana Kosasih 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memanggil seorang pengacara bernama Hardja Karsana Kosasih ke Gedung Merah Putih pada Rabu (20/5/2020).

Pemanggilan Hardja berkaitan dengan perkara dugaan suap dan gratifikasi penanganan perkara di Mahkamah Agung (MA) tahun 2011-2016 yang menyeret eks Sekretaris MA Nurhadi.

Baca: Hakim di Singapura Jatuhkan Vonis Mati Tersangka Kasus Narkoba via Zoom

"Yang bersangkutan hadir dalam rangka penandatanganan Berita Acara [BA] penyitaan barang bukti sejumlah dokumen terkait aset-aset yang diduga milik tersangka NHD [Nurhadi]," ungkap Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri dalam keterangannya.

Akan tetapi, Ali Fikri belum bisa memastikan aset tersebut benar dimiliki Nurhadi serta aset-aset yang tercantum dalam surat tersebut.

"Dokumen tersebut akan dipelajari lebih lanjut untuk memastikan ada hubungannya dengan tersangka NHD. Saat ini kan masih disegel," kata dia.

Baca: Pandemi Covid-19, Awak Mobil Tangki BBM Dapat Bantuan dari Patra Niaga

Sebelumnya, Hardja sudah pernah dipanggil sebagai saksi oleh penyidik pada 11 Maret 2020 lalu namun ketika itu Hardja tidak memenuhi panggilan.

Dalam kasus ini, KPK menyangka Nurhadi dan menantunya Rezky Herbiyono menerima suap dan gratifikasi senilai Rp46 miliar.

Baca: Pelanggar PSBB di Jadetabek Tembus 70 Ribu Kasus

Suap diduga diberikan oleh Direktur PT Multicon Indrajaya Terminal (MIT) Hiendra Soenjoto.

KPK menyangka Hiendra memberikan uang itu untuk sejumlah kasus perdata yang melibatkan perusahaannya.

Hingga sekarang, KPK belum bisa menangkap Nurhadi, Rezky, maupun Hiendra.

Ketiganya dinyatakan masuk sebagai daftar pencarian orang (DPO) per 13 Februari 2020.

Dalam proses pengejaran para buronan, KPK menggeledah sejumlah aset milik Nurhadi, misalnya rumah mewahnya di kawasan Patal Senayan Nomor 3B dan di Jalan Hang Lekir V Nomor 6, Jakarta Selatan, serta sebuah vila di Ciawi.

Berita Populer
Penulis: Ilham Rian Pratama
Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved