Breaking News:

Ustaz Yusuf Mansur Buka Suara Perihal Perbedaan Mall Tetap Buka dan Masjid Tidak

Ulama terkenal, Ustaz Yusuf Mansur meminta tak perlu membanding-bandingkan antara pelarangan beribadah dengan pelarangan-pelarangan ditempat lain.

KOMPAS IMAGES
Ustaz Yusuf Mansyur 

TRIBUNNEWS.COM - Pencegahan penyebaran virus corona dilakukan dengan meniadakan aktivitas yang menimbulkan kerumunan massa atau orang dalam jumlah banyak.

Sehingga, kegiatan keagamaan yang biasanya dilakukan bersama dalam jumlah orang yang banyak orang di Indonesia pun dilakukan pembatasan, dengan penyesuaian masing-masing.

Terkait dengan perayaan Hari Raya Idul Fitri 1441 H, pemerintah memutuskan untuk melarang salat id berjamaah dalam jumlah banyak atau masif.

Terkait dengan pelarangan tersebut, muncul persepsi lain dan kali ini datang dari elemen Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Baca: Mahfud MD Beri Jawaban Atas Kekecewaan MUI Soal Masjid Ditutup Tetapi Mall Tetap Dibuka

Bahkan dari elemen MUI tersebut juga menilai, ada anomali kebijakan pemerintah dalam penanganan virus Corona.

"Yang menjadi pertanyaan mengapa pemerintah hanya tegas melarang orang untuk berkumpul di masjid, tapi tidak tegas dan tidak keras dalam menghadapi orang-orang yang berkumpul di pasar, mal, bandara, kantor dan pabrik?" kata Sekretaris Jenderal (Sekjen) MUI Anwar Abbas.

Kekecewaan memang sudah muncul di tengah masyarakat, seperti apa yang diresahkan oleh Sekjen MUI tersebut.

Demi meredam rasa kekecewaan tersebut, tokoh agama kondang, Ustaz Yusuf Mansur memberikan saran dan pendapatnya.

 

Ustadz Yusuf Mansur saat memberikan pernyataan maksud dan tujuan tentang pola pembelajaran cara menghafal Al-Qur'an yang akan diterapkan di pondok pesantren pada Konferensi Tahfidz International di Pondok Pesantren Tahfidz Daarul Qur'an Ketapang, Tanggerang, Senin (30/9/2013). Pada Konferensi ini dibahas pula peranan para penghafal Al-Qur'an di masyarakat bukan hanya di Institusi pendidikan masing-masing.
Ustadz Yusuf Mansur saat memberikan pernyataan maksud dan tujuan tentang pola pembelajaran cara menghafal Al-Qur'an yang akan diterapkan di pondok pesantren pada Konferensi Tahfidz International di Pondok Pesantren Tahfidz Daarul Qur'an Ketapang, Tanggerang, Senin (30/9/2013). Pada Konferensi ini dibahas pula peranan para penghafal Al-Qur'an di masyarakat bukan hanya di Institusi pendidikan masing-masing. (Tribun Jakart/Jeprima)

Baca: MUI Pertanyakan Sikap Pemerintah yang Tegas Larang Kumpul di Masjid Tetapi Tak Larang Belanja di Mal

Baca: MUI Jakarta Imbau Warga Lakukan Halalbihalal Lebaran di Tengah Pandemi Covid-19 Lewat Media Sosial

Melalui kanal YouTube Najwa Shihab pada Kamis (21/5/2020), Ustaz Yusuf Mansur juga menilai tidak ada jalan lain untuk mengobati kekecewaan umat Muslim.

Halaman Selanjutnya ------------->

Berita Populer
Editor: Archieva Prisyta
Sumber: TribunStyle.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved