Lebaran 2020

Kemenag: Hilal Awal Syawal Belum Terlihat di Wilayah Indonesia

Cecep Nurwendaya mengungkapkan hilal awal Syawal 1441H belum tampak di seluruh wilayah Indonesia pada, Jumat (22/5/2020) ini.

WARTA KOTA/ANGGA BHAGYA NUGRAHA
Ilustrasi: Petugas Kantor Wilayah (Kanwil) Agama Provinsi DKI Jakarta, tengah memantau hilal awal Ramadhan 1441 H di Kanwil Agama DKI Jakarta, Cawang, Jakarta Pusat, Kamis (23/4/2020). 

Laporan wartawan Tribunnews.com, Fahdi Fahlevi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pakar astronomi dari Tim Falakiyah Kementerian Agama Cecep Nurwendaya mengungkapkan hilal awal Syawal 1441H belum tampak di seluruh wilayah Indonesia pada, Jumat (22/5/2020) ini.

"Semua wilayah Indonesia memiliki ketinggian hilal negatif antara minus 5,29 sampai dengan minus 3,96 derajat. Hilal terbenam terlebih dahulu dibanding matahari," ujar Cecep dalam pemaparannya yang disiarkan laman Youtube, Jumat (22/5/2020).

Cecep mengatakan Tim Falakiyah Kementerian Agama melakukan pengamatan hilal di 80 titik di seluruh Indonesia.

Baca: SEDANG BERLANGSUNG Live Streaming Sidang Isbat 1 Syawal 1441 H, Cek Posisi Hilal

Menurut Cecep, penetapan awal bulan hijriyah didasarkan pada hisab dan rukyat.

Proses hisab sudah ada dan dilakukan oleh hampir semua ormas Islam.

Baca: Muhammadiyah Tetapkan Lebaran pada Minggu 24 Mei 2020, Hasil Sidang Isbat Diumumkan Pukul 19.05 WIB

"Saat ini, kita sedang melakukan proses rukyat, dan sedang menunggu hasilnya,” kata Cecep.

Cecep menjelaskan secara hisab, awal Syawal 1441H akan jatuh pada Minggu (24/5/2020).

Saat ini, kepastian penentuan Hari Raya Idul Fitri masih menunggu hasil rukyat dan keputusan sidang isbat.

Penulis: Fahdi Fahlevi
Editor: Adi Suhendi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved