Lebaran 2020

Gubernur Jatim Minta Warga Jatim di Perantauan Lakukan Silahturahmi Secara Online

Bagi yang sudah terlanjur mudik, Khofifah meminta untuk tidak keliling kampung ataupun berkumpul terlebih dahulu

Fatimatuz Zahro/Surya
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa dalam konferensi pers di Surabaya, Sabtu (4/4/2020). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Seno Tri Sulistiyono

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa berharap warganya yang saat ini masih di perantauan untuk tidak mudik di tengah pandemi Covid-19.

"Yang sekarang masih di perantauan, saya mohon dengan sangat silahturahmi, halal bihalal online. Ini pilihan paling bijak saat ini," kata Khofifah dalam siaran Youtube BNPB, Jakarta, Sabtu (23/5/2020).

Menurutnya, lebaran pada tahun ini diperlukan sikap sabar dan menahan diri untuk tidak pulang ke kampung halaman, karena pemudik dapat menularkan virus Covid-19.

"Posisi kita orang dengan risiko, kemudian ada yang mudik berpotensi menularkan siapa saja yang kita temui, jaga keluarga anda," tutur Khofifah.

Sementara bagi yang sudah terlanjur mudik, Khofifah meminta untuk tidak keliling kampung ataupun berkumpul terlebih dahulu.

Baca: Tidak Mudik, Presiden Rayakan Idul Fitri di Istana Bogor

Baca: Satu Keluarga Ditolak Warga Setelah Balik dari Perantauan, Kini Isolasi Mandiri di Tengah Sawah

Baca: Covid-19 Seperti Tak Berpengaruh, Pengunjung Mal di Surabaya Membeludak Jelang Lebaran

"Biasanya kan kalau mudik, hari pertama dan kedua keliling kampung, berkunjung ke rumah teman lamanya, sekarang silahturahmi online saja," tuturnya.

Adapun jumlah pemudik yang sudah berada di Jawa Timur, kata Khofifah, sudah mencapai 460 ribu orang dari 16 Maret sampai 22 Mei 2020.

"Mereka telah disiapkan observasi di kampung-kampung, diobservasi 14 hari," ucap Khofifah.

Penulis: Seno Tri Sulistiyono
Editor: Eko Sutriyanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved