Mudik Lebaran 2020

Imam Besar Masjid Istiqlal: Mudik saat Ini Dapat Berikan Beban Moral ke Orang Tua

KH Nasaruddin Umar, mengatakan aktivitas mudik pada saat pandemi Covid-19, justru dapat menambah beban moral baru bagi orang tua

KOMPAS.com/GARRY LOTULUNG
Penumpang saat tiba di terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Selasa (12/5/2020). PT Angkasa Pura II mengeluarkan tujuh prosedur baru bagi penumpang penerbangan rute domestik selama masa dilarang mudik Idul Fitri 1441 H di Bandara Internasional Soekarno-Hatta. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Seno Tri Sulistiyono

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Imam Besar Masjid Istiqlal KH Nasaruddin Umar, mengatakan aktivitas mudik pada saat pandemi Covid-19, justru dapat menambah beban moral baru bagi orang tua yang ada di kampung halaman.

Menurut Nasaruddin, hal itu dapat terjadi karena pemudik pada masa pandemi seperti sekarang ini berpotensi mengundang kekhawatiran bagi tetangga orang tua di rumah.

Baca: Warga yang Terlanjur Mudik akan Sulit Kembali ke Jakarta, Kombes Benyamin: KTP DKI Tetap Putar Balik

Baca: Potensi Terjadinya Gelombang Kedua Penyebaran Covid-19 Sangat Besar Jika Warga Nekat Mudik

"Kalau kita mudik sekarang, kasihan (orang tua), memberikan beban moral terhadap orang tua kita. Banyak pengalaman yang kita terima dari kampung. Akhirnya orang tuanya dikucilkan gara-gara (menerima) tamunya, anaknya dari Jakarta, misalnya," kata Nasaruddin di Media Center Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19, Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Jakarta, Sabtu (23/5/2020).

Dalam hal ini, kehadiran pemudik dari kota besar seperti Jakarta akan membuat tetangga orang tua di kampung menjadi takut tertular virus SARS-CoV-2 penyebab Covid-19.

Sebab, aktivitas mudik juga sangat berpotensi membuat seseorang menjadi pembawa virus, meski tanpa gejala atau tidak menunjukkan sakit, kepada orang tua dan lingkungan sekitarnya.

"Ini gara-gara tetangga kita membawa tamu dari kota. Ini kita was-was," ujar Nasaruddin.

"Jadi kita mungkin pulang kembali kota, orang tua kita masih dikucilkan tetangga. Jadi kalau kita mudik sekarang, itu sangat membebani orang tua kita di sana (di kampung)," sambungnya.

Oleh karena itu, Nasaruddin mengimbau kepada masyarakat untuk tidak mudik dan tetap di rumah saja.

"Sudah mereka hidup rukun, tapi kehadiran kita malah justru membuat orang tua kita itu nanti dikucilkan. Kita sudah kembali ke Jakarta, orang tua kita dikucilkan. Apalagi kalau misalnya ada yang sakit di tempat itu. Jangan-jangan dikutuk, dilaknat orang tua kita. Naudzubillah mindzalik. Jadi bukan membawa kebahagiaan tapi seperti membawa malapetaka," jelas Nasaruddin.

Nasaruddin juga berharap agar masyarakat tetap sabar menunggu hingga keadaan menjadi lebih baik dan terus berdoa agar pandemi cepat berakhir.

"Ramadan berarti menghanguskan (sesuatu yang buruk), semoga kepergian bulan Ramadan juga menggulung habis virus corona ini. Siapa tahu ada keajaiban atas doa yang kita panjatkan," pungkas Nasaruddin.

Penulis: Seno Tri Sulistiyono
Editor: Sanusi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved