Virus Corona

Masyarakat Mulai Jenuh Bekerja Hingga Beribadah di Rumah, Bali akan Terapkan Kebijakan New Normal

Pemprov Bali kini mempersilakan masyarakat memulai aktivitas di luar rumah untuk meningkatkan produktivitas.

Istimewa/Humas Pemprov Bali
Sekda sekaligus Ketua Satgas Penanggulangan Covid-19 Provinsi Bali, Dewa Made Indra melakukan press conference hari ini di Rumah Jabatan Gubernur Bali Jayasabha, Denpasar, Sabtu (21/3/2020). 

"Kita sepakat Bali segera pulih, tapi juga harus sepakat untuk melakukan seleksi ketat terhadap orang yang masuk Bali," ujar Dewa Indra pada konferensi pers sehari sebelumnya, Kamis (21/5/2020).

Seleksi ketat itu diterapkan dengan pemberlakuan wajib hasil swab PCR negatif bagi orang yang masuk Bali.

"Uji swab dengan metode PCR merupakan filter yang kuat. Selama ini kita gunakan rapid test, hasilnya tidak memberikan keyakinan penuh," tandasnya.

Akses Internet

Adanya wacana new normal atau tatanan kehidupan baru di tengah-tengah pandemi Covid-19 diprediksi membuat gaya hidup masyarakat akan berubah drastis.

Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, Gde Sumarjaya Linggih alias Demer menilai untuk menghadapi gaya hidup tersebut harus benar-benar dipersiapkan dengan baik.

"Ya saya pikir new normal mengubah tradisi masyarakat itu berubah, sudah keenakan seperti webinar di rumah sambil ngopi, sambil santai, materi bisa didapat, sama lah kaya datang di seminar langsung," katanya di kediamannya di Denpasar, Jumat (22/5/2020).

Baca: 4 Resep Opor Ayam untuk Hidangan Lebaran, Cara Membuatnya Hanya 1 Jam

Salah satu sektor yang sudah pasti akan berubah drastis yaitu sektor investasi dan perdagangan.

Menurutnya, kegiatan tersebut dipastikan sebagian besar akan melalui jalur online, sehingga pemerintah harus menggenjot jaringan internet semakin cepat dan merata di seluruh Indonesia.

"Apalagi, tingkat kecepatan internet akan terus bertambah, online juga mempercepat bisnis, dan sekarang persaingan ketat, karena banyak pilihan, tetapi pangsa pasar yang mempunyai produk dan kualitas yang baik dengan harga murah itu sangat besar, baik termasuk makanan, barang-barang elektronik," katanya.

Selama ini, akses kecepatan internet masih didominasi di Jawa-Bali.

Baca: Malah Pesta Miras saat Lockdown, Wali Kota Pura-pura Meninggal saat Hendak Ditangkap Polisi

Hal ini membuat pihaknya meminta pemerintah untuk menggenjot pembangunan kabel fiber optik dan proyek-proyek tower internet di wilayah Indonesia Timur.

Ia berharap tahun depan seluruh Indonesia sudah dapat menerima akses kecepatan internet yang merata.

"Sebenarnya ada ketentuan, ada dana dua persen untuk kepentingan itu, saya kira dananya ada triliunan. Harapan kita sih cepat," ujarnya.

Mengenai keamanan data pribadi di internet guna menghadapi era new normal, pria yang juga Koordinator Pemenangan Pemilu Wilayah Bali-NTB-NTT DPP Golkar ini mendesak agar pemerintah memikirkan hal tersebut.

Apalagi, banyak UMKM yang akan terjun dalam e-commerce di masa mendatang.

"Kalau tidak salah sudah diperbaiki ya, seperti zoom. Saya yakin mereka sudah memperbaiki. Kita akan usahakan untuk pengamanan bagi mereka. Tapi tidak menutup kemungkinan hacker terus ya, tapi tetap pemerintah akan mengamankan," tegasnya. (sui/gil)

Editor: Dewi Agustina
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved