Lebaran 2020

Siapkan Patroli Berskala Besar, Polisi Imbau Warga Jakarta Bersabar dan Shalat Ied di Rumah

Kombes Pol Yusri Yunus meminta masyarakat DKI Jakarta untuk bersabar salat Ied di rumah saja pada tahun ini.

TRIBUNNEWS.COM
Warga Kampung Akuarium melaksanakan Shalat Ied menyambut Hari Raya Idul Adha 10 Zulhijjah 1437, Senin (12/9/2016) di antara puing-puing reruntuhan bekas rumah mereka di Kampung Akuarium, Penjaringan, Jakarta Utara. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Igman Ibrahim

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Polda Metro Jaya mengimbau masyarakat DKI Jakarta untuk tidak salat Ied di luar rumah pada hari raya idul fitri 1441 H pada Minggu (24/5/2020) besok. Hal tersebut lantaran seluruh daerah di DKI Jakarta berada di zona merah Covid-19.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus meminta masyarakat DKI Jakarta untuk bersabar salat Ied di rumah saja pada tahun ini mengacu pada imbauan fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI).

"Menyangkut masalah salat ied, kan sudah ada fatwa MUI memang sebaiknya kita melakukan salat ied di rumah saja. Itu sudah disampaikan ulama dan tokoh tokoh agama," kata Yusri di Markas Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Sabtu (23/5/2020).

Dia memahami fatwa tersebut juga dimasukkan kategori daerah yang diperbolehkan untuk salat Ied di luar rumah. Di antaranya, daerah-daerah yang berada di zona hijau Covid-19 atau tidak rawan penularan virus Corona.

Baca: Rest Area KM39 Tol Jakarta-Cikampek Sepi di Sehari Menjelang Idul Fitri

Namun demikian, ia mengatakan, seluruh DKI Jakarta saat ini telah masuk ke dalam zona merah penularan virus Covid-19. Atas dasar itu untuk mencegah penularan, mereka mengimbau untuk salat Ied di rumah saja.

"Memang di fatwa MUI itu ada zona hijau, tapi di Jakarta ini tidak ada zona hijau. Semuanya zona merah sehingga kita harapkan semuanya kegiatan agama, bersabar saja tahun ini. Kita laksanakan salat ied di rumah," jelasnya.

Untuk memastikan warga DKI Jakarta mematuhi imbauan tersebut, pihak kepolisian akan mulai menggelar patroli berskala besar besok pagi.

"Kita siapkan patroli berskala besar bersama dengan TNI dan pemda kita lakukan, kita cek nanti apakah nanti ada salat ied, malam takbiran nanti kita imbau secara baik baik, sebelum itu kita lakukan preventif dulu, tindakan secara humanis yang kita lakukan," pungkasnya.

Untuk mengawasi aktivitas tersebut, pihak kepolisian akan menurunkan sebanyak 2.983 personel dalam operasi ketupat tersebut. Mereka juga akan dibantu oleh aparat gabungan dari TNI dan dinas perhubungan.

Penulis: Igman Ibrahim
Editor: Choirul Arifin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved