Breaking News:

Ikatan Pesantren Indonesia Apresiasi Pengungkapan Kasus Kepemilikan Sabu Hampir 1 Ton di Banten

"Ini membuktikan bahwa polisi tetap sigap dan fokus dalam memberantas kejahatan," katanya

Bea Cukai
ILUSTRASI PENGUNGKAPKAN KASUS NARKOBA - Penggagalan peredaran narkoba jenis sabu yang diselundupkan melalui jasa transportasi logistik dan dikemas dalam kardus karton berisikan tepung oleh Tim gabungan Bea Cukai Jambi dan Bareskrim Mabes Polri. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Eko Sutriyanto

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat Ikatan Pesantren Indonesia (DPP IPI), KH. Zaini Ahmad mengapresiasi kinerja Satgassus Bareskrim Polri yang berhasil mengungkap dan menangkap sindikat narkotika jaringan internasional yang mencapai hampir 1 ton asal Iran dari jaringan pengedar internasional di Serang, Banten.

Keberhasilan Satgassus Polri memberantas peredaran narkoba akan semakin membuat anak bangsa terbebas dari jerat kebiadaban narkoba, Pemerintah perlu memberikan perhargaan pada personil yang berhasil tersebut.

Baca: Mulai Ngantor Pekan Ini, Berikut Sederet Pekerjaan Pegawai Kemenko Perekonomian

"Salut untuk Komjen. Pol. Drs. Listyo Sigit Prabowo dan jajaran Satgassus Bareskrim Mabes Polri yang sigap ditengah pandemi COVID-19 mampu mengungkap sindikat narkoba jaringan internasional. Keberhasilan akan semakin membuat anak bangsa terbebas dari jerat kebiadaban narkoba," tegas Zaini Ahmad dalam keterangan pers, Minggu (24/5/20).

Pengasuh Pondok Pesantren Al-Ikhlas, Wonorejo, Pasuruan, Jawa Timur mengatakan, kesigapan ini membuktikan bahwa Polri bisa tetap fokus menjalankan tugasnya secara maksimal meskipun tengah menghadapi pandemi Covid-19 dan momentum Hari Raya Idul Fitri.

"Ini membuktikan bahwa polisi tetap sigap dan fokus dalam memberantas kejahatan meskipun para penjahat itu sedang memanfaatkan konsentrasi ke masalah Covid-19 dan pengamanan Hari Raya Idul Fitri," ujar Zaini Ahmad yang biasa disapa Gus Zaini.

Gus Zaini juga mengajak masyarakat untuk bersyukur narkotika jenis sabu tersebut belum sempat beredar ke masyarakat, dengan jumlah penduduk Indonesia yang mencapai 260 juta jiwa ditambah dengan kondisi geografis berupa negara kepulauan menjadi pangsa pasar menggiurkan bagi para bandar dan pengedar narkoba.

"Bayangkan jika hampir satu ton sabu tersebut berhasil beredar di masyarakat Indonesia. Sungguh menghawatirkan. Bersyukurlah kita Satgasus Merah Putih berhasil menangkap dan mengungkap sebelum narkoba jenis sabu itu berhasil diedarkan di Indonesia," tutur Gus Zaini.

Baca: Gegara Corona, Pemerintah Wuhan Larang Perdagangan dan Memakan Satwa Liar

Seperti diketahui, Satgasus Bareskrim Mabes Polri menggerebek gudang penyimpanan narkoba jenis sabu seberat hampir 1 ton di Kampung Kepandean Got, Kelurahan Drangong, Kecamatan Taktakan, Kota Serang, Banten, Sabtu (23/5/20).

Sabu dibungkus menggunakan plastik bening dan disimpan di dalam ratusan boks. Selain berhasil mengamankan barang bukti sabu, polisi berhasil mengamankan dua orang pelaku yakni BA asal Pakistan dan AS asal Yaman.

Berita Populer
Penulis: Eko Sutriyanto
Editor: Imanuel Nicolas Manafe
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved