Breaking News:

Virus Corona

Amien Rais Singgung Istilah New Normal Salah Arah, PPP: Jangan Diperdebatkan dari Sisi Istilah

Sekretaris Jenderal PPP Arsul Sani meminta jangan memperdebatkan hal tersebut dari sisi istilah soal new normal

KOMPAS.com/TSARINA MAHARANI
Sekjen PPP Arsul Sani di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (11/2/2020). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Vincentius Jyestha

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Amien Rais berpandangan new normal merupakan istilah yang salah arah dan menyesatkan.

Hal itu disampaikannya melalui akun Instagram @amienraisofficial.

Sekretaris Jenderal PPP Arsul Sani meminta jangan memperdebatkan hal tersebut dari sisi istilah.

Baca: Amien Rais: Jangan Sampai Pengangguran Meluas dan Tambah Hutang Negara Disebut New Normal

Baca: Amien Rais: New Normal Sesungguhnya Pengelabuan

Baca: Sering Kritik, Amien Rais Justru Minta Jokowi Tak Turun dari Jabatannya: Nanti Jauh Lebih Parah

Namun, harus melihat konsep apa yang hendak dicakup dengan istilah tersebut.

"Soal 'new normal' jangan diperdebatkan dari sisi istilah atau namanya atas dasar penafsiran leksikal. Tapi mari kita lihat konsep yang hendak dibawakan atau dicakup dengan istilah itu," ujar Arsul, ketika dihubungi Tribunnews.com, Selasa (26/5/2020).

Menurutnya, hingga saat ini istilah tersebut oleh Presiden Jokowi dan jajaran pemerintahan disampaikan sebagai warning atau peringatan kepada masyarakat.

Bahwasanya ke depan bisa jadi masyarakat Indonesia akan berada pada situasi dimana Covid-19 masih ada di tengah kehidupan masyarakat namun tak ada pilihan untuk tetap menjalankan aktivitas sosial-ekonomi.

"Jika aktivitas sosial ekonomi ini tidak jalan, maka problem sosial yang tidak kalah besarnya akan juga kita hadapi, mulai dari sekedar penurunan kesejahteraan sampai dengan kelaparan pada segmen masyarakat yang paling terdampak," ungkapnya.

Lebih lanjut, Wakil Ketua MPR RI tersebut melihat istilah 'new normal' merujuk pada jalan tengah situasi dimana warga masyarakat tetap bisa beraktivitas secara sosial ekonomi.

Halaman
12
Penulis: Vincentius Jyestha Candraditya
Editor: Sanusi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved