Breaking News:

Virus Corona

Cegah Penularan Covid-19, Doni Monardo Kenalkan 4 Sehat 5 Sempurna Kekinian, Apa Saja?

Demi mencegah penularan virus corona di Indonesia, Doni Monardo perkenalkan 4 sehat 5 sempurna kekinian, apa saja itu?

Tangkap layar channel YouTube BNPB
Ketua Gugus Tugas Nasional Percepatan Penanganan Covid-19, Doni Monardo 

TRIBUNNEWS.COM - Pemerintah mengenalkan 4 sehat 5 sempurna versi kekinian untuk mencegah penularan virus corona atau Covid-19 di Tanah Air.

Hal tersebut diungkapkan oleh Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Doni Monardo.

Ia pun mengajak masyarakat untuk melakukan anjuran tersebut.

"Empat sehat yaitu (pertama) gunakan masker, (kedua) jaga jarak baik physical dan social distancing. (Ketiga) rajin cuci tangan dengan sabun, dan (keempat) olahraga, tidur teratur dan cukup serta tidak panik," ujar Doni sebagaimana dikutip dari siaran pers Gugus Tugas, Rabu (27/5/2020).

Kemudian, satu langkah yang tersisa adalah makan makanan bernutrisi.

Inilah yang dimaksud "5 sempurna" dalam 4 Sehat 5 Sempurna kekinian.

 Tagar IndonesiaTerserah Trending di Medsos, Doni Monardo: Kita Tidak Berharap Kalangan Dokter Kecewa

 Job Syuting Sepi Akibat Corona, Artis Cantik Ini Nekat Gantung Diri, Unggahan Terakhir Ramai Disorot

 Indonesia Alami Penurunan Kasus Virus Corona dalam 5 Hari, Ini Persebaran Covid-19 di 34 Provinsi

Kepala BNPB Doni Monardo menyampaikan keterangan terkait peninjauan banjir dan longsor Kabupaten Bogor, di Landasan Udara Halim Perdana Kusuma, Jakarta Timur, Sabtu (18/1/2020)
Kepala BNPB Doni Monardo menyampaikan keterangan terkait peninjauan banjir dan longsor Kabupaten Bogor, di Landasan Udara Halim Perdana Kusuma, Jakarta Timur, Sabtu (18/1/2020) (Pusat Data Informasi dan Komunikasi Bencana BNPB)

"Sehingga lengkap menjadi 4 sehat 5 sempurna."

"Kalau dulu, 4 Sehat 5 Sempurna, karbohidrat, daging, ikan, sayuran, buah-buahan dan susu."

"Nah, ini semuanya masuk pada poin ke-5,” jelas Doni.

Menurut Doni, slogan 4 sehat 5 sempurna versi kekinian ini diadopsi dari slogan yang diciptakan tahun 1950-an oleh Profesor Poorwo Soedarmo.

HALAMAN SELANJUTNYA ===================>

Editor: Irsan Yamananda
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved