Breaking News:

Virus Corona

Jokowi Minta Jajarannya Siapkan Jaring Pengaman Sosial Bagi 2,7 Juta Petani dan 1 Juta Nelayan

Ia pun mentargetkan 2,7 juta petani dan buruh tani miskin serta 1 juta nelayan dan petambak masuk dalam program bantuan

TRIBUN JATENG/HERMAWAN HANDAKA
Pandemi virus corona Covid-19 mengubah banyak hal, tidak terkecuali nasib para nelayan dan pembudidaya ikan. Sejumlah kapal barang dan kapal nelayan tampak bersandar di Pelabuhan Rakyat Tanjung Emas Kota Semarang, Jawa Tengah, Jumat (08/05/20). Dampak pandemi yang paling dirasakan di sektor perikanan yaitu harga ikan yang turun drastis mencapai hampir 50 persen di Jawa Tengah. Hal ini tidak sebanding dengan biaya produksi yang dikeluarkan saat melaut. Mereka harus berjibaku dengan cuaca perubahan musim yang tak bersahabat dan harga hasil laut yang jatuh. (Tribun Jateng/Hermawan Handaka) 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Fransiskus Adhiyuda

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta jajaranya agar menyiapkan jaring pengaman sosial bagi para petani dan nelayan terdampak Covid-19.

Ia pun mentargetkan 2,7 juta petani dan buruh tani miskin serta 1 juta nelayan dan petambak masuk dalam program bantuan sosial (bansos) pemerintah.

Hal itu disampaikan Jokowi saat memimpin rapat terbatas Insentif bagi Petani dan Nelayan Dalam Rangka Menjaga Ketersediaan Bahan Pokok, melalui video conference, Kamis (28/5/2020).

"Kita adakan baik PKH, bantuan sosial tunai, BLT desa, paket sembako dan program gratis subsidi listrik," kata Jokowi.

Baca: Potret Pesepak Bola Mualaf Menikmati Momen Lebaran Ramadhan 1441 H

Baca: Momentum Mudik Lebaran, Dishub DKI Jakarta Sebut 1,8 Juta Orang Keluar dari Wilayah Jabodetabek

Baca: Niatnya Membantu Seorang Kakek Dipersulit, Dewi Perssik: Sekarang Sesuatu yang Viral Ada Kontraknya

Menurut Jokowi, tujuan dari penyiapan jaring pengaman sosial bagi petani dan buruh inu guna mengurangi beban konsumsi keluarga mereka.

Sehingga, mampu memproduksi hasil beras maupun tangkapan ikan yang maksimal guna memenuhi kebutuhan bahan pokok masyatakat di tengah pandemi corona.

"Tujuan utama dari skema program ini adalah meringankan beban biaya konsumsi rumah tangga dari keluarga-keluarha kurang mampu termasuk petani dan nelayan miskin," jelasnya.

Penulis: Fransiskus Adhiyuda Prasetia
Editor: Hendra Gunawan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved