Breaking News:

Virus Corona

Cegah Covid-19 Saat New Normal, Komisi VIII DPR Minta Pesantren Tak Terima Orang Luar

Menurut Yandri, aturan yang ketat di pesantren sangat diperlukan, karena santri maupun gurunya rentan terkena Covid-19.

NU Online
Ilustrasi Santri 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Komisi VIII DPR meminta pesantren untuk ketat menerapkan protokol Covid-19 hingga melakukan karantina wilayah, saat pemerintah telah menerapkan new normal atau tatanan hidup baru.

"Kalau pesantren mau dibuka, semua yang masuk harus bebas penyakit menular apapun, termasuk corona. Kemudian, tidak boleh menerima orang luar masuk," ujar Ketua Komisi VIII DPR Yandri Susanto saat dihubungi Tribunnews.com di Jakarta, Jumat (29/5/2020).

Sebelum adanya pandemi Covid-19, kata Yandri, pengelola pesantren sudah menjalankan aturan yang ketat dengan meminta surat keterangan dari dokter bahwa santri tersebut tidak menderita penyakit menular.

"Tapi adanya pandemi ini, standarnya harus lebih ditingkatin lagi. Artinya, setiap yang masuk harus dibekali surat bebas penyakit menular, dari santri, guru, petugas keamanan, dan lainnya," papar Yandri.

"Setelah itu, pesantren melakukan lockdown agar tidak terpapar dari pihak luar," sambung politikus PAN itu.

Menurut Yandri, aturan yang ketat di pesantren sangat diperlukan, karena santri maupun gurunya rentan terkena Covid-19.

"Mereka kan satu kamar ada beberapa santri, kemudian satu tempat makan, satu tempat olahraga. Kalau ada yang kena, satu pesantren bisa kena semua dan ini lebih susah mutus mata rantainya," tutur Yandri.

Diketahui, pemerintah akan menerapkan new normal pada Juni 2020 di tengah pandemi Covid-19.

Keputusan tersebut dilakukan, agar roda perekonomian tetap berjalan.

Penulis: Seno Tri Sulistiyono
Editor: Hasanudin Aco
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved