Breaking News:

Virus Corona

Pembukaan Sekolah saat New Normal Jadi Sorotan, Pihak Istana: Jokowi Menomorsatukan Keselamatan

Tenaga Ahli Madya Kantor Staf Presiden Erlinda menjelaskan polemik pembukaan sekolah saat new normal.

Tangkap layar channel YouTube Sekretariat Presiden
Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat memimpin rapat terbatas 28 Mei 2020 

TRIBUNNEWS.COM - Tenaga Ahli Madya Kantor Staf Presiden Erlinda menjelaskan polemik pembukaan sekolah saat new normal.

Seperti diketahui, cara hidup baru atau new normal  diterapkan setelah adanya pandemi Virus Corona (Covid-19).

Meskipun begitu, pembukaan kembali sekolah menuai pro dan kontra karena tingkat pertumbuhan kasus Covid-19 masih tinggi.

Dilansir TribunWow.com, Erlinda menjelaskan pembukaan sekolah tidak akan dilakukan serta-merta begitu new normal diterapkan.

Awalnya, ia membenarkan tahun ajaran baru akan dimulai pada 13 Juli 2020.

Meskipun begitu, proses pembelajaran akan berbeda setelah adanya Covid-19.

"Tapi di sini harus kita jelaskan kepada seluruh masyarakat Indonesia bahwa bukan berarti pembelajaran dibuka seperti sebelum Covid-19," kata Erlinda, dalam acara Sapa Indonesia Malam di Kompas TV, Jumat (29/5/2020).

Erlinda menjelaskan sekolah dapat kembali melakukan pembelajaran tatap muka jika benar-benar berada dalam zona hijau.

"Artinya ada opsi betul, apabila zona hijau yang sudah dikeluarkan Gugus Tugas dan nanti Kemendikbud berkoordinasi dengan Kemenag," ungkap Erlinda.

Ia menambahkan Gugus Tugas Covid-19 akan berkoordinasi dengan Gugus Tugas di daerah.

Dalam penyelenggaraan kembali pembelajaran pun akan dipraktekkan protokol kesehatan luar biasa.

"Tapi bukan berarti dengan serta-merta dibuka," jelas Erlinda.

Ia menambahkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) selalu ingin memastikan keselamatan masyarakat.

BACA SELENGKAPNYA>>>

Editor: Lailatun Niqmah
Sumber: TribunWow.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved