Breaking News:

Virus Corona

Menanggapi Erick Thohir, Politisi PDIP Minta Biaya Perawatan Pasien Covid-19 Dievaluasi

Di Indonesia biaya perawatan seorang pasien berkisar antara Rp 150 juta hingga Rp 215 juta. Sedangkan di Singapura hanya Rp 61 juta hingga Rp 82 juta.

TRIBUN/CECEP BURDANSYAH
Tim psikolog TNI AD yang dipimpin Kapten Didon memberikan game kepada pasien di lantai 27, Tower 7, Wisma Atlet, Kemayoran, Selasa (5/5/2020). Wisma Atlet Kemayoran telah dialihfungsikan menjadi RS Darurat Covid-19, setelah pandemi Virus Corona mendera Indonesia. TRIBUNNEWS/CECEP BURDANSYAH 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Anggota Komisi IX DPR RI Rahmad Handoyo menyoroti perbedaan menyolok biaya perawatan pasien Covid-19 di Indonesia dengan Singapura.

Di Indonesia biaya perawatan seorang pasien berkisar antara Rp 150 juta hingga Rp 215 juta. Sedangkan di Singapura hanya Rp 61 juta hingga Rp 82 juta.

"Perbedaannya sangat signifikan. Makanya saya kira, ada baiknya pemerintah melalui gugus tugas melakukan evaluasi terhadap biaya tersebut. Apakah biaya yang mahal ini wajar dan sudah sesuai dengan fasilitas perawatan?" kata Rahmad Handoyo kepada wartawan di Jakarta, Minggu (31/5/2020).

Baca: Wacana Pembukaan Sekolah Saat Pandemi, Politikus PKS: Jangan Jadikan Anak-anak Kelinci Percobaan

Baca: Erick Thohir Ungkapkan Biaya Rawat Pasien Covid-19 yang Ditanggung Pemerintah Mahal Banget

Politisi PDI Perjuangan ini mengatakan, pihaknya sangat setuju semua biaya perawatan pasien Covid-19 ditanggung oleh negara.

Dikatakan, ia juga mengapresiasi tunjangan dan berbagai fasilitas yang diberikan negara kepada tenaga medis.

"Berapapun anggaran yang diperlukan memang harus dikucurkan oleh negara, karena keselamatan pasien adalah yang utama dan terpenting. Namun, perbedaan biaya yang besar itu membuat kita harus membuka mata. Perlu evaluasi dan mengedepankan efisiensi," katanya.

Bagaimanapun, kata Rahmad, seberapapun pengeluaran untuk penanggulangan bencana Covid-19 ini, harus bisa dipertanggungjawabkan sesuai dengan batas kewajaran.

"Apakah biaya perawatan terlalu mahal atau tidak, ini yang perlu dievaluasi,"katanya .

Rahmad Handoyo mengungkapkan, ia juga sempat mendengar suara-suara yang menyatakan beberapa pihak rumah sakit merasa penanganan pasien covid-19 cukup menggiurkan.

"Menggiurkan dalam tanda petik ya. Makanya sekali lagi saya tanya, apakah biaya yang dikeluarkan sudah sesuai dengan fasilitas dan perawatan yang diberikan kepada pasien,"katanya.

Dikatakan, pihaknya bisa memaklumi biaya perawatan pasien Covid-19 bertambah mahal karena para pasien yang sudah cukup sehat pun masih harus tertahan dirumah sakit karena harus menunggu hasil diagnosa PCR atau polymerase chain reaction

Halaman
12
Penulis: Yulis
Editor: Sanusi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved