Breaking News:

Virus Corona

YLBHI Minta Pemerintah Batalkan Rencana Pelibatan TNI dalam Pelaksanaan New Normal

Pemerintah seharusnya menangani pandemi coronavirus disease 2019 (Covid-19) berlandaskan kebijakan kesehatan publik berbasis sains.

TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Petugas PMI Jakarta Pusat melakukan penyemprotan cairan disinfektan di Stasiun MRT Dukuh Atas, Jakarta, Minggu (31/5/2020). Penyemprotan di fasilitas umum tersebut untuk mencegah penyebaran Covid-19 serta terkait penerapan tatanan normal baru (new normal). TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Glery Lazuardi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua Bidang Advokasi Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia, Muhammad Isnur, meminta pemerintah meninjau rencana pelibatan TNI dalam pendisiplinan pelaksanaan protokol kesehatan pada saat new normal atau kenormalan baru.

Menurut dia, pemerintah seharusnya menangani pandemi coronavirus disease 2019 (Covid-19) berlandaskan kebijakan kesehatan publik berbasis sains.

Selain itu, pelonggaran kekarantinaan kesehatan harus dilakukan berbasis data.

"Menghapus dan membatalkan kebijakan dengan pendekatan keamanan untuk menangani Covid-19 termasuk rencana pelibatan TNI dalam new normal," kata Muhammad Isnur, dalam keterangannya, Selasa (2/6/2020).

Penanganan Covid-19 oleh pemerintah memasuki babak baru adanya rencana aktivitas “new normal”.

Salah satu penerapan new normal adalah rencana pelibatan TNI di pendisiplinan pelaksanaan protokol kesehatan.

Melihat rencana pemerintah, pelibatan atau pengerahan pasukan TNI akan dilakukan di berbagai tempat termasuk di fasilitas publik seperti di pasar, pusat-pusat perbelanjaan, dan tempat wisata.

Baca: Floyd Mayweather akan Bayar Pemakaman George Floyd sebagai Tanda Dukungan

Sebagaimana dinyatakan Presiden Joko Widodo, pelibatan itu akan ada di 4 Provinsi dan 25 Kota/Kabupaten.

Pemerintah beralasan pemberlakuan new normal di wilayah-wilayah tersebut karena dianggap sudah siap.

Halaman
12
Penulis: Glery Lazuardi
Editor: Dewi Agustina
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved