Breaking News:

Pemerintah Siapkan Peta Jalan Pendidikan yang Mampu Jawab Tantangan Zaman

Negara harus dapat mengantisipasi perubahan-perubahan besar yang terjadi, termasuk di dunia pendidikan

BPMI Setpres/Muchlis Jr.
Presiden Joko Widodo meninjau kesiapan penerapan prosedur standar tatanan baru atau new normal di sarana publik, Selasa (26/5/2020). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Perubahan global serta disrupsi teknologi yang berdampak pada seluruh sektor, termasuk pendidikan, menuntut adanya adaptasi atau penyesuaian terhadap sistem pendidikan.

Sistem pendidikan mulai dari prasekolah, dasar, menengah, vokasi, hingga pendidikan tinggi harus mampu menjawab kebutuhan dari perubahan besar yang ada saat ini.

Baca: BREAKING NEWS: Asisten Pribadi Mantan Menpora Imam Nahrawi Dituntut 9 Tahun Penjara

Oleh karena itu, Presiden Joko Widodo ( Jokowi) bersama dengan jajaran terkait menggelar rapat terbatas melalui telekonferensi pada Kamis, (4/6/2020), yang membahas tentang peta jalan pendidikan tahun 2020-2035.

Kepala Negara dalam pengantar rapat terbatas mengatakan negara harus dapat mengantisipasi perubahan-perubahan besar yang terjadi.

"Kita harus mengantisipasi perubahan-perubahan besar yang terjadi di dunia ini mulai dari disrupsi teknologi yang berdampak pada semua sektor baik penerapan otomatisasi, artificial intelligence, big data, internet of things, dan lain-lain," kata Jokowi dalam keterangan pers Biro Pers Istana Kepresidenan.

"Kita juga harus mengantisipasi perubahan demografi profil sosio-ekonomi dari populasi yang termasuk perubahan dalam pasar tenaga kerja yang lebih fleksibel, perubahan lingkungan, hingga perubahan struktural yang sangat cepat akibat pandemi Covid yang kita alami sekarang ini," ujarnya dari Istana Merdeka, Jakarta.

Banyak negara telah mengadaptasi sistem pendidikan mereka untuk dapat menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman dan perubahan-perubahan tersebut.

Sebab, cara kerja di masa mendatang tentu akan jauh berbeda dengan cara kerja yang dialami saat ini dan bahkan di masa lalu.

"Cara bekerja pada masa depan akan jauh lebih berbeda dengan yang kita alami hari ini, maka pembentukan SDM yang unggul di masa depan tidak bisa lagi berdasarkan perkembangan ilmu yang dibentuk berdasarkan tren masa lalu, tapi (mengacu) tren masa depan," kata Presiden.

Tolok ukur mengenai hal tersebut selanjutnya dapat diperoleh melalui benchmarking terhadap negara-negara yang diketahui telah berhasil mengadaptasi sistem pendidikan mereka.

Halaman
12
Editor: Imanuel Nicolas Manafe
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved