Breaking News:

Pemindahan Ibu Kota Negara

PKS: Hentikan Pembebasan Lahan Lokasi Pembangunan Bendungan Ibu Kota Negara, Rakyat Sedang Susah

Ahmad Syaikhu mendesak pemerintah untuk menghentikan membebaskan lahan untuk lokasi pembangunan bendungan Ibu Kota Negara karena rakyat sedang susah.

Twitter @kangdede
Desain ibu kota negara baru 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Chaerul Umam

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Rencana pemerintah membebaskan lahan untuk lokasi pembangunan bendungan Ibu Kota Negara (IKN) mendapat kritik dari Anggota Komisi V DPR RI Ahmad Syaikhu.

Anggota DPR fraksi PKS itu mendesak pemerintah untuk menghentikan karena rakyat sedang susah.

"Setop, kehidupan rakyat sedang susah ekonominya karena pandemi Corona. Empatilah pada rakyat," kata Syaikhu melalui keterangannya kepada wartawan, Sabtu (13/6/2020).

Syaikhu merasa heran dengan kebijakan pemerintah karena di tengah wabah Covid-19 seharusnya pemerintah fokus pada kebijakan strategis yang bisa mendongkrak kesejahteraan rakyat.

Tapi yang terjadi justru sebaliknya.

"Saya sungguh heran. Kebijakan pemerintah sering tak berbanding lurus dengan kondisi rakyat saat ini," ujar Syaikhu.

Seperti diketahui, pemerintah akan membebaskan lahan untuk membuat bendungan di IKN.

Lokasinya di Sepaku-Semoi, Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur.

Bendungan dibuat untuk memenuhi kebutuhan air bersih di IKN yang baru.

Baca: Mundur dari Duel Kontra Tony Ferguson, Khabib Nurmagomedov Kini Ingin Lawan Justin Gaethje

Halaman
123
Penulis: chaerul umam
Editor: Dewi Agustina
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved