Breaking News:

Kasus Novel Baswedan

Bukti-bukti Persidangan Tak Jelas Berujung Tuntutan Terdakwa 1 Tahun, Novel: Lebih Baik Dilepas Saja

Penyidik senior KPK, Novel Baswedan menghendaki kedua terdakwa kasus penyerangannya agar dilepaskan saja.

kompas.com
Penyidik Senior KPK, Novel Baswedan ditemui di depan kediamannya di Jalan Deposito, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Kamis (11/4/2019). Novel Baswedan menyindir Presiden Jokowi terhadap tuntutan terhadap terdakwa kasus penyiraman air keras kepada dirinya. 

TRIBUNNEWS.COM - Penyidik senior KPK, Novel Baswedan menghendaki kedua terdakwa kasus penyerangannya agar dilepaskan saja.

Novel beralasan karena bukti yang tidak jelas hingga prosesnya semakin bias.

Dalam Mata Najwa bertajuk 'Novel Tak Berujung' pada Rabu (17/6/2020), Novel terlebih dulu menjelaskan sejumlah keganjilan yang dia rasakan selama proses persidangan.

Ditanya tanggapannya tentang keputusan Jaksa Penuntut Umum (JPU) menuntut 1 tahun penjara bagi dua terdakwa, Novel merasa itu keterlaluan.

Baca: Rekam Jejak Fredrik Adhar, Jaksa yang Tangani Kasus Novel Baswedan, Punya Harta Rp 5,8 Miliar

Baca: Seperti Kasus Novel Baswedan, Wanita Iran Disiram Air Keras, Pelaku Harusnya Dihukum Tapi Dimaafkan

Penyidik KPK Novel Baswedan memberikan keterangan kepada jurnalis di kediamannya, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Minggu (14/6/2020). Novel didatangi sejumlah aktivis dan ahli hukum terkait persidangan kasus penyiraman air keras yang menimpa dirinya. Dalam kesempatan tersebut tokoh-tokoh seperti Refly Harun, Said Didu, Bambang Widjojanto, dan Rocky Gerung sepakat untuk membentuk New Kawanan Pencari Keadilan (New KPK). TRIBUNNEWS/FAHDI FAHLEVI
Penyidik KPK Novel Baswedan memberikan keterangan kepada jurnalis di kediamannya, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Minggu (14/6/2020). Novel didatangi sejumlah aktivis dan ahli hukum terkait persidangan kasus penyiraman air keras yang menimpa dirinya. Dalam kesempatan tersebut tokoh-tokoh seperti Refly Harun, Said Didu, Bambang Widjojanto, dan Rocky Gerung sepakat untuk membentuk New Kawanan Pencari Keadilan (New KPK).  (TRIBUN/FAHDI FAHLEVI)

Kendati demikian dia tidak kaget juga dengan keputusan itu.

Lantaran sepanjang persidangan berlangsung, Novel menilai banyak kejanggalan yang tidak wajar.

"Seperti di antaranya adalah saksi kunci yang harusnya perlu untuk didengar keterangannya tidak dihadirkan."

"Bahkan memang alasannya jaksa adalah tidak masuk berkas perkara, walaupun seharusnya bisa untuk di panggil tanpa masuk berkas perkara," jelas Novel.

"Begitu juga ketika di persidangan saya melihat bukti-bukti, ada beberapa yang tidak ada, bahkan ada yang berubah," tambahnya.

Melihat berbagai keganjilan ini, Novel menanggalkan harapannya kepada proses pengadilan atas kekerasan yang dialaminya itu.

Halaman
123
Penulis: Ika Nur Cahyani
Editor: bunga pradipta p
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved