Breaking News:

Presiden Ingatkan Pekerjaan Besar Antisipasi Karhutla di Tengah Pandemi

Presiden Joko Widodo menggelar rapat terbatas membahas soal antisipasi kebakaran hutan dan lahan di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa, (23/6/2020).

Tribun Pekanbaru/Theo Rizky
Kebakaran lahan terjadi di Jalan Nelayan, Kelurahan Sri Meranti , Kecamatan Rumbai, Pekanbaru, Rabu (26/2/2020). Berdasarkan informasi dari BMKG Pekanbaru, pada Bulan Februari 2020 ini, wilayah Provinsi Riau akan memasuki musim kemarau pertama ditahun 2020, sehingga potensi kebakaran hutan dan lahan cukup tinggi. (TRIBUN PEKANBARU/THEO RIZKY) 

Laporan Wartawan Tribunnews Taufik Ismail

TRIBUNNEWS. COM, JAKARTA - Presiden Joko Widodo menggelar rapat terbatas membahas soal antisipasi kebakaran hutan dan lahan di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa, (23/6/2020). 

Dalam rapat tatap muka tersebut Presiden mengingatkan bahwa di tengah Pandemi Covid-19 , jajaran kementeriannya untuk tidak melupakan pekerjaan besar, salah satunya yakni antisipasi  kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). 

"Di tengah kesibukan kita dalam menghadapi pandemi ini, jangan melupakan bahwa kita juga memiliki sebuah pekerjaan besar dalam rangka mengantisipasi kebakaran  hutan dan lahan (Karhutla)," kata Presiden. 

Baca: Melingkar Lindungi Puluhan Telur, Ular Piton 4,5 Meter Terpanggang Saat Kebakaran Hutan

Berdasarkan data dari BMKG, menurut presiden 17 persen wilayah Indonesia akan mengawali musim kemarau pada April mendatang, 38 persen pada Mei, dan 27 persen di bulan Juni.

Baca: Kebakaran Hutan dan Lahan di Dusun Sigumoi Sumut Telah Dipadamkan

 "Lemarau di sebagaian besar daerah zona ini akan terjadi di bulan Agustus, kita masih memiliki persiapan 1 bulan untuk mengingatkan ini meskipun seingat saya Januari atau Februari kita sudah membahas sebuah rapat besar di sini," katanya.

Baca: Smartphone dari Black Market Masih Bisa Digunakan Meskipun Ada Aturan Blokir IMEI, Ini Alasannya

Presiden mengingatkan agar manajemen antisipasi kebakaran hutan agar disusun dengan baik. Mulai dari konsolidasi di lapangan serta pemetaan daerah rawan kebakaran.  "Area-area yang  rawan hotspot dan update informasi ini sangat penting sekali," ujarnya.

Penulis: Taufik Ismail
Editor: Choirul Arifin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved