Breaking News:

Nurul Arifin: Pandemi Melahirkan Masyarakat Baru yang Penuh Empati dan Inovatif

Anggota Komisi I DPR RI ini juga menyatakan masyarakat juga bisa beradaptasi dengan gaya hidup baru.

TRIBUN/DANY PERMANA
Anggota DPR RI dari fraksi Partai Golkar Nurul Arifin berbincang dengan awak redaksi Tribunnews.com di Gedung Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (30/10/2019). TRIBUNNEWS/DANY PERMANA 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA  - Banyaknya korban jiwa akibat pandemi Covid-19, melahirkan masyarakat baru yang penuh empati, welas asih dan sarat solidaritas.

Hal itu ditegaskan oleh Nurul Arifin, anggota Fraksi Partai Golkar dalam Webinar Pemanfaatan TIK Bagi Kelompok Rentan Dalam Sosialisasi Normal Baru, Sabtu (27/06/2020).

“Kita bisa lihat saat ini masyarakat Indonesia bisa bersatu dan bergotong royong untuk bersama-sama memerangi pandemi ini. Banyak bantuan diberikan kepada masyarakat yang kurang mampu oleh sebagian masyarakat yang berkecukupan,” ungkap Nurul.

Anggota Komisi I DPR RI ini juga menyatakan masyarakat juga bisa beradaptasi dengan gaya hidup baru. Seperti gaya hidup tinggal di rumah dengan aktivitas working-living-playing karena adanya social distancing.

Gaya hidup baru itu juga mengubah cara masyarakat bertransaksi atau melakukan aktivitas ekonomi dalam kehidupan sehari-hari. “Dengan adanya Covid-19 menghindari kontak fisik antara manusia. Mereka beralih menggunakan media virtual atau digital,” tambah Nurul.

Selain itu masyarakat juga mulai untuk lebih mengutamakan kebutuhan dasar mereka seperti makanan, kesehatan dan keamanan jiwa raga. Namun dampak terbesar akibat pandemi Covid-19 adalah terpuruknya kondisi ekonomi. Tak cuma Indonesia, namun juga seluruh negara-negara di dunia.

“Akibat Covid-19 ini, kita menghadapi dua masalah utama yakni kesehatan dan sosial-ekonomi,” ungkap Nurul Arifin.

Indonesia beruntung memiliki domestic market yang menahan pertumbuhan ekonomi Indonesia tidak merosot tajam.

Namun akibat terhentinya sejumlah kegiatan perekonomian, membuat PHK (pemutusan hubungan kerja) banyak terjadi.

Hingga kini bahkan sudah terdapat 1,8 juta orang PHK yang terkonfirmasi dan 1,2 juta yang belum. “Jangan sampai pandemi ini menjalar lebih jauh, sehingga kita memiliki pandemi PHK,” ungkap salah satu Wakil Ketua Umum DPP Partai Golkar itu.

Kini pemerintah telah membuka kembali era baru yakni Era New Normal. Aktivitas perekonomian, kembali diperbolehkan berjalan meski dengan sejumlah protokol kesehatan.

“Dalam era New Normal ini kita harus bisa beradaptasi dengan lingkungan, yakni dalam bentuk perubahan perilaku diri menjadi lebih disiplin, menjaga kebersihan dan mentaati protokol kesehatan,” tutur Nurul Arifin.

Lewat cara hidup era New Normal ini masyarakat diharapkan bisa tetap produktif, sekaligus tetap aman dari Covid-19.

“Kenormalan baru ini dilakukan sebagai upaya mempercepat penanganan Covid-19, sekaligus mendorong pemulihan ekonomi lebih cepat. New Normal tetap membutuhkan kerja sama erat, kesiapan, serta kedisiplinan masyarakat,” ucap Nurul Arifin.

Editor: Hasiolan Eko P Gultom
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved