Breaking News:

Kinerja Menteri Jokowi

Jokowi Singgung Isu Reshuffle, Sekjen MUI: Presiden Benar-benar Kecewa Terhadap Kinerja Para Menteri

Anwar menilai pidato singkat Jokowi kala itu benar-benar menunjukkan kekecewaannya terhadap kinerja para menteri karena tidak memiliki sense of crisis

YouTube Sekretariat Presiden
Jokowi saat Sidang Kabinet Paripurna, di Istana Negara, Kamis (18/6/2020). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Vincentius Jyestha

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia (Sekjen MUI) Anwar Abbas angkat bicara saat Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyinggung soal reshuffle dalam rapat kabinet paripurna di hadapan para menteri Kabinet Indonesia Maju pada 18 Juni silam.

Anwar menilai pidato singkat Jokowi kala itu benar-benar menunjukkan kekecewaannya terhadap kinerja para menteri karena tidak memiliki sense of crisis.

"Hal ini tentu saja sangat-sangat beliau (Jokowi) sesalkan karena semestinya para pembantu beliau tersebut sudah tahu apa yang akan dilakukan, tetapi ternyata tidak demikian. Dan hal ini tentu saja telah membuat sang presiden benar-benar menjadi jengkel," ujar Anwar, dalam keterangannya, Selasa (30/6/2020).

Dia meminta semua pihak membayangkan dana yang cukup besar sudah disediakan oleh pemerintah, namun baru sedikit yang terserap.

Dengan kata lain, jumlah uang yang beredar di tengah masyarakat masih sangat kecil.

Baca: Soal Marahnya Jokowi, Pangi Syarwi Chaniago: Lebih Baik Lakukan Reshuffle Senyap Berbasis Kinerja

Baca: Sejumlah Kalangan Dorong Jokowi Realisasikan Wacana Reshuffle Kabinet

Menurutnya itu membuat daya beli masyarakat tidak dan belum bisa terdongkrak. Akhirnya hal tersebut berimbas pada ekonomi masyarakat yang tidak dan belum bisa menggeliat.

Selain itu, kata dia, tak bisa dipungkiri citra pemerintah terutama presiden semakin buruk karena tak bisa mendorong ekonomi masyarakat.

"Untuk itu para menteri dan para pembantu presiden hendaknya benar-benar tersentak dengan pernyataan presiden dan secepatnya melakukan langkah-langkah strategis serta inovatif. Sehingga dapat memperbaiki keadaan ekonomi rakyat dan daya beli masyarakat kita harapkan akan bisa meningkat," kata Anwar.

Demi terwujudnya hal tersebut, Anwar menilai bantuan dari pemerintah kepada masyarakat harus berupa uang dan bukannya berbentuk barang.

Halaman
12
Penulis: Vincentius Jyestha Candraditya
Editor: Dewi Agustina
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved