Breaking News:

Bulan Bung Karno

Kepala BKKBN Ingin Wujudkan Impian Bung Karno Wujudkan Generasi Unggul

BKKBN juga memastikan terus mengedukasi rakyat kecil dan pedesaan alias wong cilik, agar memahami konsep Keluarga Berkualitas.

Tribunnews.com/Apfia Tioconny Billy
Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Hasto Wardoyo. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -- Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Hasto Wardoyo mengatakan tengah berupaya keras menciptakan generasi unggul Indonesia.

Hasto menuturkan menciptakan generasi unggul adalah amanah pemikiran Proklamator RI Bung Karno yang ingin para pemuda Indonesia andal dan mampu bersaing di dunia.

"Bung Karno mengatakan revolusi itu belum berhenti dan saya punya pengalaman waktu di Kulon Progo itu melakukan inovasi-inovasi. Ternyata inovasi itu hanya bagian kecil dari revolusi," ujar Hasto.

Baca: Dua ASN BKKBN Pasien Covid-19 di RS Pulau Galang Dipulangkan

Disampaikan Hasto dalam Webinar Nasional IV Bulan Bung Karno 2020 dengan tema 'Politik Kesehatan Berdikari' yang diselenggarakan Badan Pendidikan dan Pelatihan Pusat PDI Perjuangan (PDIP), Selasa (30/6/2020).

Sebab, ucap Hasto, Bung Karno berpandangan revolusi itu harus mengubah mindset dan mengubah tatanan. Untuk menciptakan generasi unggul, Hasto mengaku mengingat pada pesan Bung Karno terkait pemuda.

Baca: Sebaiknya Tunda Kehamilan Selama Pandemi Virus Corona, Kepala BKKBN Beri Penjelasan

"Bung Karno mengatakan, kalau diberikan 10 pemuda maka bisa mengguncangkan dunia. Sehingga kami BKKBN juga merasa harus ada perubahan, anak anak milenial sekarang harus kita tanya," imbuh Hasto.

Sejumlah program lama kemudian diganti. Seperti mengubah Keluarga Berencana menjadi Keluarga Berkualitas. Hasto menginginkan setiap pasangan merencanakan kelahiran dengan menyiapkan aspek-aspek yang berkualitas untuk anak.

BKKBN juga memastikan terus mengedukasi rakyat kecil dan pedesaan alias wong cilik, agar memahami konsep Keluarga Berkualitas. Distribusi alat kontrasepsi juga diberikan kepada kaum menengah ke bawah.

"Membangun rantai pasok distribusi gratis alat kontrasepsi dengan melibatkan Penyuluh Keluarga Berencana (PKB) dan Petugas Lapangan Keluarga Berencana (PLKB). Kami cek betul sampai ke pelosok-pelosok, kami cek dan saya jamin cukup saat ini," ujar Hasto.

Baca: BKKBN: Keluarga Berkualitas Benteng Ampuh Cegah Virus Corona dengan 8 Aksi Keluarga

BKKBN memasok sebanyak 32.000 alat pelindung diri (APD) untuk para bidang desa selama masa pandemi Covid-19, terhitung sejak Maret 2020.

BKKBN juga membuat program layanan serentak sejuta aseptor (peserta Keluarga Berencana) dalam sehari. Hal itu sudah dilakukan saat peringatan hari keluarga nasional tanggal 29 Juni lalu.

Kemudian, BKKBN membuat massive family planning information atau layanan informasi yang masif untuk keluarga berencana.

"Sehingga kami sukses dari pelayanan dan aman dari COVID-19, itu kami pegang teguh. Mudah-mudahan itu menjadi bisa untuk kepentingan branding power equity (kekuatan merek, red) Indonesia berdasarkan kemandirian dan gotong royong," tandas Hasto.

Dalam webminar itu juga hadir pembicara lain seperti Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto, Bupati Tapanuli Utara Nikson Nababan dan Keynote Speaker Ketua DPR Puan Maharani. Sekjen DPP PDIP Hasto Kristiyanto hadir sebagai peserta.

Penulis: Dennis Destryawan
Editor: Malvyandie Haryadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved