Breaking News:

Jokowi Soroti Anggaran Kemenkes Rp 75 T Baru Keluar 1,53 Persen, Pengamat: Ada Persoalan Serius

Direktur Eksekutif Indo Barometer dan Pengamat Politik, M Qodari menilai ada persoalan serius dibalik marahnya Presiden Joko Widodo.

Penulis: Ika Nur Cahyani
Editor: Daryono
Tangkap layar Trans7
Wakil Ketua Umum Partai Gelora, Fahri Hamzah dalam acara Mata Najwa, Rabu (1/7/2020) malam menanggapi kemarahan Jokowi dihadapan para menteri beberapa waktu lalu. 

TRIBUNNEWS.COM - Direktur Eksekutif Indo Barometer dan Pengamat Politik, M Qodari menilai ada persoalan serius di balik marahnya Presiden Joko Widodo.

"Kalo menurut saya ya marah lah, mana ada yang mau kasih motivasi kalau baru satu setengah persen keluar dari 75 triliun?" ujar Qodari, menyinggung jawaban Waketum Gerindra, Arief Poyuono dalam Mata Najwa 'Di Balik Jengkelnya Jokowi' pada Rabu (1/7/2020).

Sebelumnya Arief mengatakan bahwa Presiden Jokowi hanya bertujuan memotivasi para menteri di balik pidato yang dirilis beberapa waktu lalu.

Baca: Soal Kejengkelan Jokowi pada Para Menteri, Fahri Hamzah: Presiden Mulai Frustasi

Baca: Jokowi Marahi Menterinya, Pengamat: Lagu Lama Kaset Usang

Presiden Joko Widodo (Jokowi) memimpin upacara hari ulang tahun (HUT) ke-74 Bhayangkara, dari Istana Negara, Jakarta, Rabu (1/7/2020).
Presiden Joko Widodo (Jokowi) memimpin upacara hari ulang tahun (HUT) ke-74 Bhayangkara, dari Istana Negara, Jakarta, Rabu (1/7/2020). (istimewa)

Qodari menyoroti salah satu pernyataan presiden pada sidang kabinet di Istana Negara, Kamis (18/6/2020).

Presiden sempat menyinggung anggaran bidang kesehatan di bawah naungan Kemenkes.

"Untuk pemulihan ekonomi nasional, misalnya saya berikan contoh bidang kesehatan."

"Itu dianggarkan Rp 75 triliun. Rp 75 triliun baru keluar 1,53 persen coba," kata Jokowi saat rapat kabinet.

Berangkat dari pernyataan ini, Qodari menilai ada masalah serius di balik kemarahan presiden.

"Jadi menurut saya kalau pidato Pak Jokowi yang 10 menit itu dicermati sesungguhnya memang ada persoalan," ungkapnya.

"Dan persoalan itu kalau kita bagi terutama pada aspek penyerapan anggaran dan pada aspek stimulus ekonomi," tambah Qodari.

Halaman
123
Sumber: TribunSolo.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved