Breaking News:

Penjelasan Kemenkes soal Anggaran 75 Triliun Baru Terpakai 1,53 Persen

"Itu sudah diklarifikasi dan Kementerian Keuangan juga sudah klarifikasi,"

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Apfia Tioconny Billy

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Seperti pada video yang viral di sosial media, baru-baru ini di rapat kabinet Presiden Joko Widodo mengungkapkan rasa kecewanya terkait penyerapan belanja kementerian.

Jokowi juga langsung menyinggung Kementerian Kesehatatan (Kemenkes) yang minim dalam menggunakan alokasi belanjanya padahal sedang ada pandemi virus corona atau Covid-19.

Baca: Komisi IX DPR Minta Terawan Jelaskan Simpang Siurnya Penyerapan Anggaran Kemenkes

"Bidang kesehatan, tuh dianggarkan Rp 75 triliun. Rp 75 triliun. Baru keluar 1,53 persen coba. Uang beredar di masyarakat ke-rem ke situ semua," tegas Jokowi lewat video yang diunggah melalui kanal Youtube Sekretariat Presiden, Minggu (28/6/2020).

Lalu bagaimana penjelaskan Kemenkes terkait rendahnya penyerapan dana alokasi belanja?

Kepala Badan Pengembangan dan Pemberdayaan SDM Kesehatan Kementerian Kesehatan, Abdul Kadir menjelaskan dana Rp 75 triliun tidak semuanya ada di Kemenkes.

"Itu sudah diklarifikasi dan Kementerian Keuangan juga sudah klarifikasi, bahwa dana Rp 75 triliun itu tidak berada di Kemenkes," ucap Abdul Kadir saat wawancara radio, Kamis (2/7/2020).

Abdul Kadir menyebutkan saat ini dana yang ada di Kemenkes Rp 25 triliun dan sisanya ada di Kementerian Keuangan maupun Gugus Tugas pusat dan daerah.

"Di Kemenkes dananya cuma Rp 25 triliun. Dana Rp 75 triliun tidak di Kemenkes semuanya, tapi ada di Gugus Tugas, di BNPB, ada di Kemenkeu, ada di Gugus Tugas yang daerah," ungkap Abdul Kadir.

Abdul Kadir juga menjelaskan Kementerian Kesehatan telah menyakirkan dana sebesar Rp 437,37 miliar untui insentif para tenaga kesehatan.

Baca: Jokowi Soroti Anggaran Kemenkes Rp 75 T Baru Keluar 1,53 Persen, Pengamat: Ada Persoalan Serius

Besaran insentif tersebut disalurkan kepada 99.309 orang tenaga kesehatan yang berada di pusat maupun yang melayani di daerah.

"Kami sudah memberika tunjangan senilai Rp 437,37 miliar dan kami sudah membayarkan tunjanga insentif 99.309 orang tenaga kesehatan. Sudah hampir 100 ribu orang yang kami bayarkan," ucap Abdul Kadir.

Penulis: Apfia Tioconny Billy
Editor: Imanuel Nicolas Manafe
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved