Breaking News:

Personel Polres Jakpus Jalani Tes Urine, Ini Hasilnya

Kombes Polisi Heru Novianto mengatakan ada sebanyak 124 personel yang ikut menjalankan pemeriksaan urine tersebut

TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN
Ilustrasi tes urine. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Igman Ibrahim

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Polres Metro Jakarta Pusat merespons pernyataan Kapolri Jenderal Polisi Idham Aziz yang meminta personelnya untuk diperiksa tes urine terkait narkoba. Mereka pun menggelar pemeriksaan kesehatan kepada sejumlah anggota.

Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Polisi Heru Novianto mengatakan ada sebanyak 124 personel yang ikut menjalankan pemeriksaan urine tersebut. Paling banyak berasal dari satuan reserse narkoba.

Heru mengatakan pemeriksaan itu dilakukan secara mendadak dan tanpa pemberitahuan terlebih dahulu. Seluruhnya menunjukkan hasil negatif narkoba.

Baca: Meski Tes Urine Negatif, Ridho Illahi Tetap Jadi Tersangka & Terancam Hukuman 20 Tahun Penjara

"Kami sudah lakukan tes urine terhadap anggota. Hasilnya semua negatif narkoba," kata Heru kepada wartawan, Minggu (5/7/2020).

Heru menegaskan, pihaknya juga mendukung penuh pernyataan Kapolri terkait oknum polisi yang terlibat narkoba harus dihukum mati. Menurutnya, pihaknya juga tidak akan mentolerir jika ada personelnya yang menggunakan barang haram.

"Kalau ada yang didapati konsumsi atau main mata dengan pelaku narkoba, kita lihat dulu apakah itu anggota pemakai atau justru ikut mengedar. Jika didapati, pastinya akan dipecat dari kesatuan kepolisian," pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, Kapolri Jenderal Polisi Idham Aziz menyampaikan personel polisi yang tersangkut penyalahgunaan narkoba dinilai harus mendapatkan hukuman berat. Menurutnya, hukuman yang maksimal yang pantas diberikan adalah hukuman mati.

Baca: Berantas Korupsi hingga Narkoba, Menteri Yassona Bertemu Delegasi Serbia

"Kalau polisinya sendiri yang kena narkoba hukumannya harus hukuman mati sebenarnya. Karena dia sudah tau undang-undang, dia tau hukum," kata Idham Aziz di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Kamis (2/7/2020).

Idham menuturkan dirinya merupakan salah satu personel polisi yang memiliki konsen terhadap peredaran narkoba di Indonesia. Atas dasar itu, ia kerap rewel terkait pengamanan barang bukti narkoba yang didapatkan dari para pengedar.

Halaman
12
Berita Populer
Penulis: Igman Ibrahim
Editor: Malvyandie Haryadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved