Breaking News:

RUU Cipta Kerja Diharapkan Bisa Tekan Angka Pengangguran

Hemasari meyakini RUU Cipta Kerja yang tengah dikerjakan oleh DPR dan pemerintah untuk menciptakan lapangan kerja

Tribun Jabar/Gani Kurniawan
ILUSTRASI - Sejumlah petugas memperbaiki pipa transmisi air baku PDAM Tirtawening Kota Bandung yang pecah di dalam valve chamber di lokasi NRVS 1 Dayeuhkolot Jembatan Citarum, Kampung Kaum, RT 01 RW 09, Kelurahan/Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Senin (29/6/2020). Pipa transmisi Cisangkuy yang mengalami pecah pada Minggu (28/6) pukul 08.00 WIB, yaitu cast iron dan steel berdiameter 900 mm. Akibatnya debit produksi aliran air hilang sebanyak 700 liter per detik sehingga berdampak pada pelayanan kepada pelanggan di sejumlah wilayah di Kota Bandung. Namun hal tersebut dapat diantisipasi sebagian dari Intake Dago Bengkok dan Intake Sabuga sehingga kekurangan air baku mencapai 400 liter per detik. Pekerjaan perbaikan ini diperkirakan akan memakan waktu 3 hari. Tribun Jabar/Gani Kurniawan 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Fransiskus Adhiyuda

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pengamat ketenagakerjaan Indonesian dari Consultant at Law (IClaw) Hemasari Dharmabumi menilai, RUU Cipta Kerja harus segera ditindaklanjuti lebih jauh.

Ia menyebut jika RUU Cipta Kerja dibutuhkan untuk mengatasi angka pengangguran yang masih di atas 5 persen.

Baca: Legislator PAN: RUU Cipta Kerja Harus Berdampak Positif terhadap Dunia Usaha

"Sangat urgent RUU Cipta Kerja kalau menurut saya. Sebetulnya tidak ada Covid-19 pun urgent, Kenapa? Karena tingkat pengangguran kita masih tinggi di atas 5 persen," kata Hemasari kepada wartawan, Senin (6/7/2020).

Diketahui, Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan pada tahun 2019 angka pengangguran terbuka sebesar 5,28 persen.

Terdapat 5 orang penganggur dari 100 orang angkatan kerja di Indonesia.

Hemasari meyakini RUU Cipta Kerja yang tengah dikerjakan oleh DPR dan pemerintah untuk menciptakan lapangan kerja.

Ia mengatakan, RUU Cipta Kerja juga akan tetap melindungi hak pekerja di semua sektor, khususnya buruh.

"RUU ini adalah rancangan undang-undang untuk menciptakan lapangan pekerjaan," jelasnya.

Lebih lanjut, Hemasari menjelaskan, terciptanya lapangan kerja berkat RUU Cipta kerja berdampak positif bagi buruh.

Halaman
12
Berita Populer
Penulis: Fransiskus Adhiyuda Prasetia
Editor: Imanuel Nicolas Manafe
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved