Breaking News:

Eksklusif Tribunnews

Jenderal Polisi Hoegeng Berpandangan Jabatan Seperti Pedang Bermata Dua, Apa Maksudnya?

Didit adalah satu-satunya anak lelaki dari perkawinan Polisi Hoegeng dengan Meriyati Roeslani.

Istimewa/intisari
Jenderal (Purn) Hoegeng Iman Santoso direkomendasikan oleh Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mendapat gelar pahlawan Nasional bersama dua tokoh lainnya, yaitu dokter Kariadi dan Prof Dr R Soegarda Poerbakawatja 

Laporan wartawan tribunnews.com, Lusius Genik

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Aditya Soetanto Hoegeng atau Didit (70), putra Jenderal Polisi Hoegeng Iman Santoso memiliki kesan yang begitu mendalam tentang sosok sang ayah.

Didit adalah satu-satunya anak lelaki dari perkawinan Polisi Hoegeng dengan Meriyati Roeslani.

Menjadi satu-satunya anak lelaki, Didit sangat dekat dengan sosok sang ayah. Ia selalu mendampingi Hoegeng, sejak Hoegeng menjabat Kapolri hingga menghembuskan nafas terakhir di usia 82 tahun.

"Saya sebagai putra almarhum, kebetulan satu-satunya laki-laki yang selalu mendampingi beliau dari saat menjabat. Waktu itu saya masih SMA, sampai beliau tidak ada," ungkap Didit kepada Tribun di Depok, Selasa (6/7/2020).

Baca: Mengenang Mantan Kapolri Jenderal Hoegeng Iman Santoso, Makamnya Tak Pernah Sepi dari Peziarah

Didit menceritakan, kedisiplinan Hoegeng merupakan hal yang sangat luar biasa patut ditiru, utamanya bila menyangkut kejujuran.

Hoegeng semasa hidupnya menjunjung tinggi kejujuran di atas segalanya. Terbukti dari adanya kisah kejujuran dan integritas Hoegeng sebagai abdi negara yang melegenda.

Hoegeng, lanjut Didit, juga kerap berpesan padanya tentang pentingnya disiplin waktu.

"Bahwa kalau kita bisa tepat waktu, pekerjaan apapun yang akan kita lakukan itu akan selesai. Tapi kalau kita tidak bisa tepat waktu, jangan harap pekerjaan kita itu bisa lancar dan berhasil. Prinsip itu, itu luar biasa," ujar Didit menirukan Hoegeng.

Baca: Kisah Jenderal Hoegeng, Polisi Lurus yang Dicopot dari Kursi Kapolri Usai Ungkap Penyelundupan Mobil

"Prinsip itu, itu luar biasa," sambung Didit menimpali.

Pesan lain yang benar-benar membekas bagi Didit, yakni ucapan Hoegeng tentang jabatan. Yang menurut cerita Didit, Hoegeng berpandangan bahwa jabatan seperti pedang dengan dua mata yang tajamnya sama.

"Artinya apa? Kalau kita bisa mengendalikan pedang itu, banyak yang bisa kita selamatkan atau kita tolong. Tetapi kalau kita salah mengendalikan pedang itu, leher kita sendiri pun akan putus oleh pedang itu," kata Didit menirukan sang ayah.

Menurut Didit, di sini Hoegeng berpesan, apapun jabatan yang Anda emban harap berhati-hati. Karena Jabatan bisa menjadi pukulan balik kepada diri sendiri.

"Setiap beliau sampaikan kepada kita, terutama saya sebagai kebetulan anak laki satu-satunya, dan banyak hal lagi yang sangat mendalam yang selalu beliau sampaikan," ujar Didit.

KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved